KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau bisa disebut Belajar Bersama Komunitas (BBK) 3 Universitas Airlangga tahun 2024 sedang melaksanakan tugas di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kelompok KKN beranggotakan 10 mahasiswa yang terdiri dari berbagai macam jurusan di Universitas Airlangga. Mereka adalah Diva Desmieta (Akuakultur FIKKIA), Shanty Melinda (Kebidanan), Rara Aninditha (Kedokteran Gigi), Frinsky Smartura (Kedokteran Gigi), Lana Asty Adriani (Hukum), Bintang Pramadhani (Hukum), Muhammad Yunian Rohimi (Ekonomi Pembangunan), Annisa Kirani (Ekonomi Islam), Azizah Raihani Purnama (Kedokteran Hewan), dan Simon George Alexander (Teknik Industri)
Kerjasama dengan penggiat lingkungan CLOCC
Mengangkat program kerja bidang lingkungan, mahasiswa KKN kelompok Desa Kluncing bekerja sama dengan CLOCC (Clean Oceans Through Clean Communities). Metode participatory learning menjadi langkah strategis CLOCC ditularkan kepada mahasiswa KKN untuk membina warga secara bertahap. Garis besar pembinaan pola hidup warga Dusun Krajan yaitu dimulai dengan mengubah kebiasaan warga dalam mengelola sampah. Pihak KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang diketuai oleh Amirul Hakim memberikan mandat pendataan persetujuan warga terkait adanya pemungutan sampah dan tempat pengolahan sampah.
Pendataan perilaku membuang sampah
Mahasiswa KKN terjun ke lapangan secara langsung untuk menyampaikan program pemerintah desa yang diasosiasikan CLOCC. Metode ini membuat mahasiswa KKN lebih mudah untuk membina, mendata, dan menyerap aspirasi masyarakat terkait sampah rumah tangga. Permasalahan sampah di dusun Krajan ialah sampah rumah tangga sebagian besar dikelola dengan cara dibakar atau dikubur. Tanpa dilakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal tersebut terpaksa dilakukan, karena tidak ada tukang sampah yang mengambil sampah tersebut. Edukasi yang dilakukan mahasiswa berhasil menyadarkan warga terkait dampak negatif membakar sampah dan mengubur sampah organik.
“Dari saya tidak ada masalah mbak kalau nanti akan didirikan tempat pengolahan sampah dan ada tukang sampah yang akan memungut di depan rumah, hal itu sudah saya tunggu telah lama agar lingkungan menjadi bersih” ujar Suwarno, salah satu warga dusun Krajan
Alur program yang akan dijalankan yaitu sampah organik dan anorganik yang dihasilkan setiap rumah harus dipisah dan diletakkan di dalam karung goni yang disediakan oleh KSM. Kemudian, setiap dua kali seminggu sampah akan diambil oleh tukang sampah dan dilakukan pergantian karung goni. Sebelum dilaksanakan, diperlukan persetujuan warga dusun Krajan yang telah didata oleh mahasiswa KKN. Sebagian besar kepala keluarga dari seluruh RT di dusun Krajan tidak setuju adanya program ini.
Sampah organik diganti pupuk pertanian
Sampah organik yang terkumpul dihibahkan ke Desa Tamansari sebagai pakan maggot, imbalan yang didapatkan desa Kluncing yaitu kasgot sebagai pupuk pertanian. Sampah anorganik akan dibuang di TPA yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi. Upaya preventif dengan pendekatan secara intim ke warga telah dilakukan mahasiswa KKN untuk mengubah pola hidup warga dusun Krajan. Kesadaran diri dan langkah nyata dari warga sendirilah yang dapat mewujudkan harapan semua orang yaitu menciptakan lingkungan bersih tanpa sampah.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being dan ke-17 Partnership for the Goal
Penulis: Diva Desmieta
Editor: Avicena C. Nisa
