KABAR FIKKIA – Awal tahun 2024, menjadi pergantian semester bagi para mahasiswa FIKKIA Universitas Airlangga, dimana mereka telah menyelesaikan satu semester sebelumnya. Segudang aktifitas akademis dan sosial didalamnya telah dilakukan, baik kegiatan perkuliahan dikelas maupun luar kelas.
Seperti Gilang Avrilio Akbari dan Azizah Puspaningtyas mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga tahun 2022 yang sukses mengkonversi beberapa mata kuliah dengan kegiatan MBKM yang diikutinya.
Konversi 5 mata kuliah sekaligus
FIKKIA Universitas Airlangga terdapat Komikat Pecinta Alam dan Konservasi yang merupakan salah satu PPK ORMAWA yang lolos pendanaan Kemendikbudristek 2023. PPK ORMAWA merupakan cabang dari kegiatan MBKM. Sebagai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, mereka mendapatkan banyak keuntungan karena dapat mengonversi beberapa mata kuliah dengan kegiatan ini. Mata kuliah yang dapat dikonversikan yaitu:
- Mata Kuliah Kewirausahaan Integrasi (2 SKS) Semester 4
- Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan I (2 SKS) Semester 4
- Mata Kuliah Dasar Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (2 SKS) Semester 5
- Mata Kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata) (3 SKS) Semester 6
- Mata Kuliah Pengantar Sistem Informasi Geografis (2 SKS) Semester 7

Dalam pelaksanaannya, setiap mata kuliah yang dikonversi memiliki korelasi yang kuat terhadap kegiatan mereka. Mengambil judul “Pengembangan Konsep Desa Tabib sebagai Optimalisasi Desa Wisata Tamansari melalui Konservasi Tanaman Obat Keluarga dari Kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi” kegiatan yang dilakukan Gilang dan Azizah ini sukses dikonversi dengan mata kuliah di kampus.
Aplikasi keilmuan pada masyarakat
Seperti halnya Mata Kuliah Kewirausahaan Integrasi, dalam kegiatan MBKM ini mereka membuat produk minuman herbal dari tanaman obat yang sudah dibudidaya dan menghasilkan nilai jual yang tinggi seperti Jamu Toga dan Jamu Selalup. Bagi Mata Kuliah Pengantar Sistem Informasi Geografis, mereka berhasil mengonversi dengan melakukan kegiatan pemetaan TOGA atau Tanaman Obat Keluarga di tujuh Dusun dan Kawasan Hutan Ijen. Outputnya peta sebaran terbaru terkait TOGA dengan biodiversitas dan kelimpahan yang lebih beragam.
Perjuangan mengikuti MBKM sampai bisa di konversi tidaklah mudah. Program tersebut telah melalui beberapa tahapan dan diimplementasikan selama 5 bulan sembari terus dilakukan monitoring hingga di akhir kegiatan
Baca juga: Kegiatan MBKM Terwujud pada PPK Ormawa Komikat Pecinta Alam Konservasi FIKKIA UNAIR
Tak sampai disana saja, setelah kegiatan FIKKIA Universitas Airlangga dinyatakan lolos untuk maju ke tahap ABDIDAYA PPK ORMAWA yang dilaksanakan di Universitas Jember. Setelah rangkaian acara selesai, Gilang dan Azizah mengikuti sidang konversi mata kuliah. Mereka mempresentasikan apa saja kegiatan yang telah mereka lakukan selama mengikuti kegiatan PPK ORMAWA lalu apa korelasinya dengan mata kuliah yang dikonversikan. Setelah presentasi selesai, mereka harus menghadapi komentar dan pertanyaan yang dilanturkan oleh bapak ibu dosen sebelum akhirnya dinyatakan lolos konversi.
Penulis: Aqila Fawziya
Editor: Avicena C. Nisa

(3) Comments