
Luka merupakan kerusakan spesifik pada komponen jaringan yang dapat berupa luka terbuka atau tertutup, dengan contoh luka terbuka seperti luka eksisi akibat pemotongan benda tajam. Penyembuhan luka melibatkan proses bioseluler kompleks yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, di mana reepitelisasi memainkan peran utama dalam pembentukan kembali permukaan kulit. Penggunaan povidone yodium 10% sebagai antiseptik sering dilakukan, meskipun memiliki kelemahan berupa iritasi dan potensi toksisitas. Sebagai alternatif, limbah kulit udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kitin, kitosan, dan turunannya, karena kandungan kitin yang tinggi di dalamnya. Kitosan, telah terbukti mempercepat penyembuhan luka dengan meningkatkan re-epitelisasi dan proliferasi fibroblas, serta memiliki sifat biologis yang menguntungkan. Inovasi pemberian salep kitosan kulit udang konsentrasi 5% memberikan re-epitelisasi proses penyembuhan luka eksisi yang paling baik.
