FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

GM Sidat Labas Bahas Nutrisi Akuatik di Kuliah Tamu Prodi Akuakultur

KABAR FIKKIA Aspek nutrisi bagi organisme akuatik menjadi faktor penting karena akan mempengaruhi proses produksi budidaya. Output produksi akuakultur meliputi berat/ bobot ikan, tingkat kelangsungan hidup, dan nilai estetika dari biota budidaya. Nutrisi pada ikan terdiri dari aspek kualitas dan kuantitas yang harus seimbang sesuai kebutuhan biota.

Kuliah Tamu Prodi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menggelar kuliah tamu pada Jumat, 22 Maret 2024. Kuliah tamu dihadiri 64 mahasiswa bertujuan agar memperoleh wawasan luas dari berbagai pandangan dan menambah relasi. Selaras dengan mata kuliah Nutrisi Ikan dan Teknologi Pakan Ikan, kuliah tamu diisi oleh General Manager PT. Laju Banyu Semesta (Sidat Labas) Angga Kurniawan, S.Pi., M.Si melalui aplikasi Zoom Meeting Conference. Angga merupakan praktisi sidat berpengalaman sebelas tahun sejak 2013.

Jenis Nutrisi Pada Organisme Budidaya Perairan

Nutrisi pada organisme akuatik digolongkan menjadi 2 berdasarkan kebutuhannya, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien adalah kelompok nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, contohnya protein, lemak, dan karbohidrat. Mikronutrien adalah jenis nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu vitamin dan mineral. Masing-masing jenis nutrisi memiliki penanganan/pengendalian yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya pada ikan.

Menjaga Kestabilan Nutrien pada Organisme Akuatik

Protein ikan dapat dievaluasi dengan menghitungan bobot tubuh awal, bobot tubuh akhir, dan pakan yang dikonsumsi. Kebutuhan lemak dan karbohidrat pada ikan dapat diketahui apabila menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Penurunan kecepatan pertumbuhan
  • Penurunan efisiensi pakan
  • Peningkatan mortalitas
  • Penurunan berat

Kebutuhan asam lemak esensial/Essential Fatty Acid dipengaruhi oleh pakan alami, lingkungan (suhu, salinitas, pH, musim, dan siklus molting pada udang)

Lihat juga: Live Streaming Kuliah Tamu “Kebutuhan Praktis Nutrisi Organisme Akuatik”

Kebutuhan mikronutrien seperti mineral dan vitamin bersifat esensial yaitu tubuh tidak dapat memproduksinya sehingga harus disediakan dalam bentuk pakan. Mineral diserap melalui kulit dan insang dalam proses ionic dan regulasi osmotik. Gejala ikan kurang mineral tidak dapat diketahui secara pasti karena kriteria kelainan organ tidak sama dan tak terukur. Mineral berperan dalam pembentukan tulang, gigi, osmoregulasi, sistem syaraf, hormon, komponen pigmen darah, dan enzim. Kriteria dalam mengukur kecukupan mineral dalam tubuh ikan adalah sebagai berikut.

  • Pertumbuhan stabil
  • Kondisi tubuh yang lengkap dan normal
  • Kemampuan reproduksi
  • Kemampuan produksi

Disesi tanya tanya jawab mengenai pengaruh sistem budidaya dan resistensi penyakit terhadap kebutuhan protein ikan.

“Sistem budidaya seperti akuaponik, bioflok, resirkulasi memiliki pengaruh terhadap kebutuhan protein ikan. Contohnya bioflok yang mengandalkan bakteri dan molase sebagai tambahan protein” pungkasnya Namun ia mengatakan perlu riset lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut. Resistensi penyakit pada ikan disebabkan oleh manusia sendiri. Manajemen penanganan penyakit yang kurang tepat meningkatkan kekebalan penyakit karena pemberian dosis obat yang berlebihan.

Penulis: Ijl Taqiy Christya Dewanta Arthur Archiles

Editor: Avicena C. Nisa

(1) Comment

  • Telkom University October 1, 2024 @ 2:37 am

    Website yang bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *