KABAR FIKKIA – Selasa, (14/05/2024) BEM dan BLM Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga melaksanakan kajian mendalam terhadap hasil jaring aspirasi mahasiswa. Kajian ini diadakan di Musholla Kampus Giri sebagai tempat yang representatif dan kondusif. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (KASTRAT) yang dinakhodai oleh Dhea Puspita (Akuakultur 2021) beserta seluruh jajarannya. BLM FIKKIA diwakili Komisi Aspirasi, dimana Shierly (Akuakultur 2022), yang menjabat sebagai koordinator komisi aspirasi, beserta jajarannya juga berperan penting dalam penyelenggaraan kajian ini bersama timnya.
Kajian ini memiliki tujuan utama untuk melakukan filtrasi terhadap aspirasi-aspirasi mahasiswa yang telah terkumpul melalui jaring aspirasi. Proses filtrasi bertujuan untuk mengidentifikasi aspirasi mana yang sudah terealisasi dan belum. Aspirasi yang telah terealisasi dapat diberi apresiasi. Sedangkan yang belum terealisasi dapat diprioritaskan untuk ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
Beberapa aspirasi yang telah terealisasi adalah peningkatan layanan tenaga kependidikan yang lebih ramah. Sedangkan aspirasi yang belum terealisasi adalah seperti tidak adanya kantin di Kampus Sobo, perbaikan prasarana belajar, dan penambahan sarana lain. Mengingat kuota penerimaan mahasiswa baru FIKKIA yang bertambah setiap tahunnya.
Dalam sesi penyampaian hasil, berbagai aspirasi mahasiswa diuraikan secara rinci, mencakup aspek akademik, fasilitas, kebijakan kampus, dan permasalahan lain yang menjadi perhatian mahasiswa. Sementara itu, dalam sesi diskusi, berbagai pihak yang terlibat saling berdiskusi untuk mencari solusi terbaik atas aspirasi yang belum terealisasi, sekaligus mengevaluasi proses realisasi aspirasi yang telah terlaksana.
Persiapan menuju hearing dekanat
Setelah kajian ini, hasil-hasil yang diperoleh akan dijadikan dasar untuk persiapan hearing dekanat yang akan segera diadakan. Hearing dekanat ini merupakan forum penting dimana mahasiswa dapat langsung menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak dekanat. Sehingga mahasiswa mendapatkan tanggapan serta komitmen dari pihak dekanat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Oleh karena itu, kajian ini tidak hanya penting sebagai sarana evaluasi, tetapi juga sebagai momentum krusial dalam upaya advokasi yang lebih efektif dan efisien.
Diharapkan, dengan adanya kajian ini, akan terjadi sinergi yang lebih baik antara mahasiswa, BEM, BLM, dan dekanat dalam mewujudkan lingkungan akademik yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi dan misi FIKKIA untuk menjadi fakultas berbasis ilmu kesehatan, kedokteran, dan ilmu alam yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi berbasis potensi lokal, dan berkontribusi pada kehidupan masyarakat berdasarkan moral agama.
Penulis: Cheisa Alfii
Editor: Avicena C. Nisa
