KABAR FIKKIA – Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi kembali menggulirkan kuliah tamu internasional. Diselenggarakan Rabu (15/5/2024), hadir secara daring Assoc Prof. Kumpanart Soonvipart dari Department of Surgery, Faculty of Veterinary Science, Chulalongkorn University Thailand (CUVet) melalui platform zoom meeting membawakan topik Feline Osteoarthritis. Prof. Kumpanart mengatakan risiko Osteoartritis terjadi karena genetik, Hip dysplasia (terutama pada kucing Maine Coon, Persians, Siamese), Patellar luxation (Abyssinian, Devon Rex), Osteochondrodysplasia (Scottish folds), trauma patah tulang dan Joint luxations, obesitas, penyakit ginjal kronis, Acromegaly pada kondisi kucing berusia tua seperti Pituitary gland tumor, pertumbuhan hormon yang berlebihan maupun kucing yang terkena diabetes.

Sebagai pemilik kucing, seharusnya kita waspada jika kucing terlihat tak terlalu aktif bergerak. Mereka mungkin bukan malas, tetapi terkena masalah osteoarthritis. Rasa sakit yang muncul terjadi karena fenomena campuran terlibat di tingkat saraf lokal dan pusat yang menginisiasi proses inflamasi. Sensasi periferal yang terjadi akan menyebabkan hyperalgesia. Kucing yang terkena osteoarthritis dapat terlihat dari keaktifan yang berkurang, bulu kusam, ragu-ragu untuk melompat, hingga kencing di luar kotak litternya.
Dokter hewan dapat mendiagnosa osteoarthritis dalam beberapa proses. Pertama dengan melihat catatan sejarah dan indikasi dari berat, BCS, nafsu makan, hingga tingkat temperamental. Kedua dengan perekaman foto dan video dalam aktivitas sebagai bahan pertimbangan. Ketiga pemeriksaan fisik melalui pemberian aktivitas gerak seperti meloncat dan mengejar laser. Terakhir adalah perawatan dalam manajemen osteoarthritis degan melalui terapi fisik dan latihan gerak, terapi nutrisi, kontrol berat badan, edukasi klien, pengobatan farmasi, hingga tindakan bedah.

Sumber: Penulis
Dalam terapi fisik dapat dilakukan sendiri oleh klien dengan melibatkan kucing Anda dalam interaksi sehari-hari. Ajak mereka bermain agar mereka tetap aktif dan terhibur. Sediakan mainan dan tiang garukan mendorong aktivitas fisik dan rangsangan mental. Lalu ciptakan lingkungan yang memungkinkan mendaki dan menjelajah agar memuaskan naluri alami kucing. Dokter hewan dapat meresepkan pengobatan NSAIDs untuk osteoarthritis seperti Meloxicam, Robenacoxib, Tramadol, dan Opioid derivative. Pengobatan bersifat jangka panjang dengan hasil yang baik walaupun memiliki risiko. Kita harus memperhatikan Faktor yang dapat memperburuk keadaan yaitu memastikan tidak ada penggunaan kortikosteroid bersamaan, dehidrasi, syok hipovolemik, hingga gangguan darah usus normal. Dokter juga hewan juga dapat merekomendasikan nutrisi tambahan yaitu Glucosamine dan Chondroitin sulfate, Free radical Scavenger, Methyl-Sulfonyl-Methane, Pentosan Polysulphate, Glycosaminoglycan, dan Omega 3 Fatty Acid.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
