FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Akuakultur FIKKIA UNAIR Adakan Pelatihan Budikdamber di Desa Parangharjo Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Akuakultur FIKKIA Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Pelatihan ini merupakan salah satu tahapan dari serangkaian program ketahanan pangan Desa Parangharjo. Diinisiaasi oleh Perangkat Desa Parangharjo, kegiatan ini bekerja sama dengan PT Cara Tani Digital dan Prodi Akuakultur FIKKIA Unair.

Pelatihan dihadiri oleh 112 warga di Pendopo Tegal Perangan 1771, Desa Parangharjo pada Rabu (22/05/2024). Warga yang hadir merupakan petani, perangkat desa, dan ibu rumah tangga. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Desa Parangharjo, Bapak Elung.  Beliau menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa Akuakultur FIKKIA UNAIR dan sejumlah stakeholder terkait dukungan dan kerjasama yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada para mitra yang telah membantu desa kami dalam mewujudkan program ketahanan pangan ini. Budikdamber adalah solusi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat kami,” ujar Pak Elung.

Mahasiswa bersama perangkat Desa Parangharjo. Sumber: Penulis

Mahasiswa Akuakultur 2021 yang terlibat antara lain Oka Bayu Pratama, Muhammad Khoirul Anwar, Tubagus Akhmad Al Ghifari, dan Putri Asfarina Ifada.

Pelatihan Budikdamber bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan protein hewani. Penerapan teknologi budidaya ikan sederhana dan efektif seperti Budikdamber, diharapkan juga turut meningkatkan kesejahteraan warga.

Budikdamber merupakan metode budidaya ikan yang dilakukan dalam ember besar, yang diintegrasikan dengan tanaman hidroponik. Metode ini dianggap efektif dan efisien, karena tidak memakan banyak tempat dan waktu masyarakat. Selain itu, budikdamber juga mampu menghasilkan ikan dan sayuran secara bersamaan, sehingga dapat meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi keluarga.

Muhammad Khoirul Anwar (Akuakultur 2021) berkesempatan menjadi pemateri seputar Budikdamber pada pelatihan tersebut. Materi yang disampaikan diantaranya yaitu pemahaman dasar tentang konsep Budikdamber, jenis ikan yang cocok, tanaman yang dapat ditanam, tahapan persiapan, pemeliharaan hingga panen pada kegiatan budikdamber. Setelah sesi materi, peserta juga diajak praktek langsung oleh Anwar tentang bagaimana cara membuat dan merawat sistem Budikdamber.

Menariknya, salah satu warga Desa Parangharjo bernama Arsadani,  pernah mencoba Budikdamber sebelumnya. Ia antusias membagikan pengalamannya saat sesi diskusi.

“Sebelumnya saya pernah mencoba kegiatan budikdamber ini, tapi karena kurangnya pengetahuan ikannya mati semua, setelah mendengar penjelasan dari mas Anwar tadi,  saya tertarik untuk mencobanya lagi”, kata Pak Arsadani dengan semangat.

Paket Budikdamber siap dibagikan kepada warga Desa Parangharjo. Sumber: Penulis

Kegiatan ditutup dengan pembagian 150 paket Budikdamber untuk 150 keluarga Desa Parangharjo. Paket Budikdamber terdiri dari ember 80 liter, netpot, media tanam, 100 ekor bibit lele, biji pakcoy, 1 set aerator mini, probiotik, dan 10 kg pelet ikan.

Kerjasama antara mahasiswa Akuakultur UNAIR Banyuwangi dan Desa Parangharjo diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Elung juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat mendampingi warga selama masa pemeliharaan Budikdamber hingga panen.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being dan ke-14 Life Below Water

Penulis: Muhammad Khoirul Anwar

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *