KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Akuakultur FIKKIA Universitas Airlangga (UNAIR) barusaja mengikuti serangkaian kunjungan digitalisasi industri perikan. Roadshow diselenggarakan oleh Crustea. Startup perikanan yang fokus pada digitalisasi industri akuakultur. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, (25/05/2024) di Area Tambak Udang PT SWK Jatisari 2 Banyuwangi. Enam mahasiswa yang diidelegasikan berkesempatan belajar sekaligus melihat kebutuhan teknologi yang dapat diaplikasikan dalam proses budidaya. Selain mahasiswa, adapun puluhan peserta dari kelompok pembudidaya udang Banyuwangi.
Mahasiswa angkatan 2021 yang berkesempatan mengikuti Roadshow : Crustea Empower adalah Khoirul Anwar, Oka Bayu Pratama, Indra Syahdan Aufi, Putri Asfarina Ifada, Alta Safina Azzahra, dan Dhea Puspita Hakim.
Sekilas tentang Crustea
Crustea adalah perusahaan startup teknologi yang mengintegrasikan smart IoT (Internet of think), AI, dan energi terbarukan dalam akuakultur. Crustea Indonesia mengembangkan aerator ramah lingkungan bertenaga surya yang terhubung dengan sistem smart IoT, manajemen kualitas air, dan efisiensi energi. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas petambak, mendukung kebutuhan budidaya dari sebelum hingga pasca panen. Selain itu pernggunaan teknologi turut serta menjamin ketahanan pangan dan membangun ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya, CEO Crustea Roikhanatun Nafi’ah menyampaikan pentingnya digitalisasi di sektor Akuakultur.
“Digitalisasi merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas disektor Akuakultur, ujar Roikha.
Roadshow ini mencakup beberapa sesi. Peserta dikenalkan dengan inovasi teknologi yang ditawarkan oleh Crustea. Dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan sistem manajemen kualitas air yang disampaikan tim ahli Crustea. Salah satu produk unggulan Crustea adalah sistem aerasi pintar yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi mobile. Penggunaan teknologi terintergrasi memungkinkan petani tambak memantau dan mengontrol kualitas air secara real-time.
Berkonsultasi langsung dengan tim ahli
Crustea juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan para petambak berinteraksi langsung dengan tim ahli mereka. Peserta dapan mengkonsultasikan tentang bagaimana pengaplikasian teknologi tersebut di tambak, berapa efisiensi biaya yang dihasilkan, dan bagaimana perawatannya. Diskusi ini memberikan wawasan mendalam tentang aplikasi praktis teknologi dalam industri Akuakultur.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti Roadshow, Oka Bayu Pratama, mengungkapkan. “Kegiatan pengenalan IoT dan Digitalisasi kepada para petambak merupakan hal yang harus segera dilakukan, mengingat kita telah memasuki era teknologi 5.0,” ungkap Oka
Dengan adanya Roadshow ini, diharapkan para mahasiswa dan petambak dapat lebih memahami pentingnya inovasi teknologi. Penggunaan teknologi terbarukan berpengaruh pada peningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya perikanan. Kolaborasi antara akademis dan industri juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi yang dapat menjawab tantangan disektor Akuakultur Indonesia.
Penulis : Muhammad Khoirul Anwar
Editor: Avicena C. Nisa
