KABAR FIKKIA – Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, tingkat penyebarannya termasuk tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Penyakit DBD ini umumnya memiliki gejala seperti demam tinggi mendadak, mual, pusing dan timbul bintik kemerahan pada kulit.
Memasuki fase kritis, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin. Pada umumnya penderita merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.
Penyakit DBD sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, dimana dalam kondisi tertentu seperti curah hujan tinggi yang mengakibatkan genangan air semakin banyak. Hal ini tentu akan menjadi sarang pertumbuhan nyamuk.
Dilansir dari laman website Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, kasus DBD meningkat tajam sejak Januari 2024. Peningkatan angka kasus DBD meningkat sejalan seiring dengan pergantian musim hujan ke kemarau. Terutama bulan April hingga akhir Mei. Diperkirakan terdapat 3.638 orang terjangkit penyakit DBD diseluruh daerah Provinsi Jawa Timur dari Januari hingga pertengahan bulan Februari. Hal ini menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur untuk mengurangi dan menangani kasus DBD.
Kementrian Kesehatan RI menyampaikan beberapa Langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu dengan PSN 3M Plus:
- Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, dan tempat penampungan air lainnya. Hal ini berfungsi untuk mengurangi tempat perkembangbiakkan nyamuk sebagai vektor dari penyakit DBD.
- Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum agar tidak ada nyamuk yang hinggap.
- Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) untuk mengurangi jumlah sampah yang biasa menjadi sarang perkembangbiakkan nyamuk.
Upaya pencegahan tambahan pun dapat dilakukan untuk memaksimalkan perlindungan terhadap penyakit DBD, seperti:
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
- Gotong royong membersihkan lingkungan
- Periksa tempat-tempat penampungan air
- Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
- Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
- Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
- Menanam tanaman pengusir nyamuk
Selain tahap-tahap pencegahan, pada umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang signifikan dan banyak orang sering menganggap ini merupakan demam biasa, padahal penyakit DBD merupakan penyakit yang serius jika tidak cepat ditangani.
Pertolongan pertama pasien DBD menurut Kementerian Kesehatan RI:
- Tirah Baring atau bedrest
- Minum air minimal 2 liter atau lebih perhari
- Mengompres dengan kain hangat
- Meminum obat penurun demam jika terjadi demam yang tinggi
- Makan makanan yang bergizi
- Jika setelah 2-3 hari mengalami gejala yang semakin buruk seperti muntah, lemas, mimisan, dan pendaharan gusi. Segera bawa ke Unit Gawat Darurat atau pelayanan rumah sakit terdekat untuk ditindak lebih lanjut untuk mencegah kefatalan
Dengan demikian, harapannya seluruh masyarakat dapat mencegah dan melakukan pertolongan pertama kasus penyakit DBD dengan melakukan beberapa tips di atas.
Penulis: Aqila Fawziya
Editor: Avicena C. Nisa
