KABAR FIKKIA – Dalam rangka memperkenalkan kemampuan mahasiswa kedokteran hewan dalam bidang diagnostik dan bedah, Kelas Diklat WDAC kembali hadir bagi angkatan 2022 dan 2023. Program tersebut terselenggara oleh Divisi WDAC, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan itu menjadi program rutin tahunan yang menjadi salah satu unggulan bagi mahasiswa kedokteran hewan UNAIR di Banyuwangi. Mahasiswa akan menggali lebih dalam terkait pengetahuan veteriner lewat praktik langsung. Topik tahun ini merupakan diagnostik parasit dan kastrasi kucing.
Diagnostik infeksi zoonosis dari hewan sekitar
Bertempat di Laboratorium Terpadu 3 Giri pada Jumat (31/5/2024), Kelas Diklat Parasitologi diikuti oleh mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Angkatan 2023. Mereka mendalami pengalaman diagnostik terkait deteksi parasit pada tikus liar dan scraping kulit kucing. Secara umum, tikus liar merupakan agen reservoir pembawa infeksi patogen zoonosis dengan bertempat tinggal sekitar pemukiman. Mahasiswa melakukan nekropsi terlebih dahulu sebelum melakukan pembedahan. Lalu mereka membuka organ viseral untuk mengetahui kondisi bagian itu terinfeksi parasit atau tidak.

Sumber: Penulis
Beberapa parasit yang umum ditemukan adalah cacing hati (fasciola hepatica) pada hepar dan cacing pita (raillietina spp.) pada bagian intestinal. Beberapa jenis pinjal ataupun kutu juga dapat diamati pada bagian kulit tikus yang hidup secara liat itu. Sedangkan scraping kulit kucing menjadi cara mendeteksi infeksi scabies. Penyakit tersebut juga merupakan infeksi zoonosis yang dapat menjangkit manusia dengan bersentuhan langsung dengan anabul terinfeksi. Teknik scraping dilakukan dengan melukai bagian kulit hewan yang terinfeksi. Hasil tersebut dilarutkan dalam larutan NaCl. Kemudian dicek menggunakan mikroskop dalam mengamati morfologi parasit.
Steril hewan untuk kesejahteraan
Kelas DIklat Klinik diikuti oleh mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Angkatan 2022 pada Sabtu (1/6/2024) di Laboratorium Terpadu 2 Giri. Kegiatan Kelas Diklat Klinik tak terlepas dari peran peningkatan kesejahteraan hewan dan owner lewat tindakan steril. Kucing dan anjing merupakan salah satu hewan yang memiliki tingkat perkembangan populasi yang cukup cepat. Satu ekor kucing betina dapat menghasilkan anak antara 2 hingga 6 ekor. Steril pada hewan jantan disebut dengan kastrasi dengan pengambilan testis. Sedangkan pada betina dinamakan ovariohysterectomy (OH). Pemilihan kastrasi dapat dilakukan dengan memilih jantan penguasa dalam suatu wilayah. Lewat tindakan tersebut dapat membatasi pembuahan yang dilakukan oleh jantan penguasa kepada betina yang hidup dalam area.

Sumber: Penulis
Dalam kelas tersebut, mahasiswa belajar mulai dari tingkatan premedikasi, anestesi, pembersihan area sekitar testis, bedah, hingga pemulihan dengan pengawasan dan bimbingan dokter hewan. Dalam skenario bedah, mereka terbagi kedalam operator, asisten bersih, dan asisten kotor. Tim asisten kotor bertugas dalam mempersiapkan obat, mengambil bahan dalam keadaan non steril, dan pembersihan bulu pra operatif. Tim asisten bersih melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan bahan steril seperti pengambilan alat berkondisi steril dan pemberian obat. Operator merupakan pemberi tindakan operatif mulai dari penyayatan hingga penjahitan.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
