KABAR FIKKIA – Menyambut Hari Raya Idhul Adha atau Hari Raya Kurban berbagai hewan ternak seperti sapi, kerbau, unta, domba dan kambing telah siap untuk disembelih guna kebutuhan hewan kurban. Biasanya Setelah proses penyembelihan daging hasil kurban akan dibagikan pada warga sekitar atau orang yang membutuhkan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi ibu-ibu yang memasak agar olahan yang dihidangkan tetap enak dan sehat.
Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat cara pengolahan daging kurban. Khususnya agar daging kambing terbebas dari kolestrol dan tidak menyebabkan darah tinggi. Septa Indra Puspikawati, S.K.M., M.PH. Dosen Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam Universitas Airlangga menerangkan bahwa tingginya kadar kolesterol dalam darah menjadi faktor risiko dari kejadian hipertensi.
Kolesterol yang berlebih akan menumpuk dan membentuk plak di permukaan dinding arteri. Kondisi ini menyebabkan diameter pembuluh darah mengecil. Sumbatan dalam pembuluh darah menyebabkan lumen (lubang pembuluh darah) menyempit dan elastisitas pembuluh darah berkurang akibatnya tekanan darah meningkat.
Memasak daging kambing dengan aman

Beliau mengatakan dalam 100 gram daging kambing (57 mg) mengandung kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging sapi (87 mg). Sehingga metode memasak atau mengolah daging kambing yang benar mengurangi resiko peningkatan kolesterol. Berikut tips yang dibagikan dosen gizi tersebut untuk mengolah daging kambing :
- Pilih bagian daging kambing yang rendah lemak. Bagian daging rendah lemak diantaranya adalah paha dan has dalam.
- Jika memperoleh bagian daging yang berlemak, buang bagian lemaknya.
- Konsumsi daging kambing bersama dengan sayur dan buah.
- Hindari memasak daging kambing dengan cara di goreng dengan minyak ataupun menambahkan santan. Sebaiknya daging kambing dimasak dengan cara dipanggang atau direbus.
- Jangan merebus daging kambing dengan suhu tinggi diatas 250°C karena akan merusak kandungan gizi daging kambing. Supaya daging empuk bisa direndam dalam parutan nanas selama 10-15 menit merebus dengan metode 5:30:7.
Baca juga: Fakta Nutrisi Daging Kambing Menurut Pakar Gizi Kesehatan FIKKIA UNAIR
Ketahui kebutuhan protein rata-rata
Selain penjelasan diatas, Septa juga memberikan saran tentang porsi aman untuk memakan olahan daging kambing yang merupakan sumber protein. Rata-rata angka kecukupan protein orang Indonesia per orang per hari sebesar 57 gram.
Contoh pada 100 gram daging kambing mengandung 27 gram protein. Artinya dengan mengkonsumsi 211 gram sudah mencukupi kebutuhan protein dalam satu hari. Jika dikonversi diatas piring, maka 100 gr daging bisa dikatakan setara dengan 5-7 tusuk sate berukuran sedang.

Praktiknya, dalam satu hari tersebut tidak mungkin hanya 1 sumber protein saja yang dimakan. Jika sumber protein lebih dari 1 maka jumlah porsi bisa dikurangi.
Batas ambang kolesterol
Perlu diingat seperti yang telah disampaikan bahwa daging kambing mengandung kolestrol. Batas maksimal kolestrol yang diperbolehkan dalam satu hari yaitu 300 miligram kolestrol. Sesuai dengan prinsip gizi seimbang maka untuk protein sebanyak 2-4 porsi per hari harus diimbangkan dengan sayur (3-4 porsi) dan buah (2-3 porsi).
Makanan pokok tetap harus di konsumsi. Sering kali ketika memakan daging kambing terdapat penyeimbang, seperti saat seseorang memakan durian yang diseimbangkan dengan manggis. Untuk penyeimbang daging kambing bisa dengan irisan bawang merah, mentimun (mentimun bawang biasanya dibuat acar), tomat, jeruk, semangka, belimbing, air jahe, dan air kelapa.
Penulis: Uni Eska Mahmudi
Editor: Avicena C. Nisa

