FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Cegah Perundungan pada Siswa SD, Dosen UNAIR Berikan Edukasi Anti-Bullying

KABAR FIKKIA – Perundungan (bullying) kerap ditemukan disekitar kita. Lingkungan pertemanan kerap menjadi arena perundungan yang dinormalisasi. Meskipun terjadi di sekolah, siswa terkadang tidak menyadari tindakan perundungan yang dilakukan berdampak buruk pada psikologi dan fisik seseorang. Perundungan, atau bullying, menjadi masalah serius yang berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak-anak. Data Kemdikbud mencatat, indeks literasi numerasi peserta didik ditingkat sekolah dasar masih berada di peringkat yang rendah di dunia.

Pada Sabtu (15/06/2024) Maria Agustina Pardede (Dosen Akuakultur FIKKIA) bersama bersama tujuh dosen dari fakultas berbeda di UNAIR menggalakkan pengabdian masyarakat terkait literasi mengenai perundungan. Pengabdian masyarakat diikuti siswa kelas 3 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah, Surabaya. Siswa SD dipilih agar kesadaran dan pemahaman mengenai perundungan di kalangan anak-anak semakin meningkat.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah MIS Islamiyah, Bapak Thoyibin, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya edukasi anti-bullying di lingkungan sekolah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswa kami dapat memahami dampak buruk dari perundungan dan belajar untuk saling menghormati satu sama lain. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua,” ujar beliau.

Bentuk perundungan dan strategi penanganan

Perundungan dapat berupa fisik, verbal, hingga perundungan di dunia maya (cyberbullying). Strategi yang dapat dilakukan siswa untuk menghadapi situasi perundungan adalah berlatih cara merespons dengan tegas namun tidak agresif. Menghindari konfrontasi langsung dengan perundung dilakukan untuk menghindari konflik. Penting juga melaporkan kejadian tersebut kepada orang dewasa yang dapat dipercaya.

Sesi berikutnya adalah diskusi kelompok untuk mensimulasikan beberapa kasus perundungan. Melalui diskusi ini, siswa diajak berpikir kritis dan mencari solusi bersama untuk menghentikan perundungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa.

Sumber: Penulis

Peningkatan pemahaman dan kesadaran literasi pada siswa, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berempati, tangguh, dan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi semua. Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah dan cindera mata kepada siswa yang aktif serta pihak MIS-Islamiyah

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being

Penulis: Maria Agustina Pardede

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *