FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA x PDHI Jatim IV Adakan Seminar dan Workshop Inseminasi Buatan

BERITA FIKKIA – Dalam meningkatkan kemampuan dokter hewan profesional daerah dalam inseminasi buatan. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus dorong program pelatihan dan pembaharuan ilmu praktis. Melalui Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim IV berikan program seminar dan workshop. Kegiatan itu adalah Seminar dan Workshop The Reproduction Expert Series 1 yang terselenggara di hari Sabtu (29/6/2024). Kegiatan tersebut bertemakan “Membedah Inseminasi Buatan, Teknis Praktis, Tantangan, dan Solusinya.”

Fokus Pembaharuan Ilmu SDM Dokter Hewan

Koordinator Program Studi (KPS) Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan FIKKIA, Bodhi Agustono, drh., M.Si. menyebut FIKKIA UNAIR sangat mendukung aktivitas PDHI Jatim IV. Sejak pendirian Program Studi Kedokteran Hewan pada 2014 di bumi blambangan terus merajut kemesraan dengan organisasi kolegium tersebut. Sehingga akan dapat memberikan dampak bersama antar kolaborasi kolegium, pemerintah, dan akademis bagi masyarakat dalam bidang veteriner.

Sumber: Penulis

Ketua PDHI Jatim IV, drh. Risa Isna Fahziar menjelaskan dokter hewan hingga 2009 belum memberikan pelayanan inseminasi buatan. Baru setelah Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) beberapa wilayah memulai langkah kegiatan inseminasi buatan bagi veteriner. Penambahan peraturan kementerian pertanian yang memberikan hak dan kewajiban dokter hewan menjadi penyelia inseminasi buatan menjadi amunisi baru.

Semakin mengokohkan kesempatan dokter hewan menyelia paramedik veteriner inseminasi buatan sehingga kemampuan pengetahuan inseminasi buatan wajib dimiliki. Turut menjadi langkah perjuangan dokter hewan untuk dapat tempat melaksakan inseminasi buatan dan

mempersembahkan nilai lebih dari dokter hewan lebih dalam service per conception. PDHI Jatim IV juga terus berkontribusi agar dapat meminimalisir potensi kawin berulang dengan upaya meningkatkan pengetahuan IB secara berjenjang.

Seminar dan Workshop Inseminasi Buatan

Kegiatan seminar berlangsung di Kelas A101 Kampus Giri dan workshop di Laboratorium Terpadu 3. Pemateri adalah ahli inseminasi buatan yaitu Dr. Trilas Sardjito, drh., M.Si. dengan dipandu Ragil Angga Prastiya drh., M.Si. sebagai moderator. Dr. Trilas memberikan bimbingan praktis dalam pelaksanaan inseminasi buatan bagi sapi dan kambing. Sebagai dokter hewan harus memiliki kemampuan analisa dengan pertimbangan yang lebih matang.

drh. Trilas (kiri) didampingi drh. Ragil menjelaskan bagaimana penanganan semen beku.
Sumber: Penulis

Hal yang harus dikaji adalah pemahaman tentang estrus, ovulasi, keberhasilan fertilisasi, metode IB, recording, dan evaluasi. Bagi dokter hewan yang menjadi inseminator harus memiliki nilai lebih. Melalui keterampilan yang harus terus terasah dan pengenalan akurasi birahi. Termasuk penanganan semen beku dan menaati standar operasional inseminasi buatan dengan improvisasi yang meningkatkan nilai keberhasilan kebuntingan. Dalam kegiatan workshop, dokter hewan mengenal lebih mendalam peralatan inseminasi buatan dan beberapa aspek yang harus diperhatikan. Terutama dalam teknik dan pengenalan organ reproduksi betina reseptor yang memiliki ciri khas berlainan.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land dan ke-17 Partnership for the Goals

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *