KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus berkomitmen menciptakan lulusan unggul dan berdaya saing. Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membutuhkan akademisi untuk memberikan kualifikasi standar lulusan. Peran perubahan kurikulum pendidikan juga harus terus berkembang mengikuti permintaan pasar global. Hal itu lumrah untuk terus bergerak selaras dengan dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Progres tersebut hadir lewat Workshop penyusunan skema Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Baca Kampus Mojo FIKKIA UNAIR mulai Kamis (11/7/2024) hingga Jumat (12/7/2024). Peserta merupakan dosen FIKKIA UNAIR dari Program Studi Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat, Akuakultur, Kedokteran, dan Profesi Dokter Hewan. Penyusunan tersebut dibimbing dan diarahkan langsung oleh tim LSP Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga.
Hadir pemateri dari DIPP UNAIR yaitu Yossy Imam Candika, S.E., M.SM. (Kasie Sertifikasi) dan Afif Mu’zi, S.Sos (Tenaga Kependidikan LSP DIPP UNAIR). Mereka memberikan pengenalan sertifikasi dan informasi LSP yang berada dibawah Direktorat Inovasi Pendidikan dan (DIPP) Universitas Airlangga. Sekaligus memberikan materi terkait standar acuan dan pemaketan skema uji kompetnsi dan mengembangangkan struktur skema uji kompetensi Badan Standar Nasional Profesi (BSNP). Terakhir juga terdapat sesi workshop terkait penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan desain skema sertifikasi kompetensi mata kuliah.
Wakil Dekan Non Akademik, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS(K). menyebut perubahan kurikulum menjadi hal yang lumrah terjadi secara periodik. Dengan penyusunan kurikulum yang mengacu pada sertifikasi, mahasiswa dapat mendapatkan sertifikasi bidang tertentu hanya dengan mengikuti kelas seperti biasa. Capaian pembelajaran menjadi bagian rekognisi kompetensi setelah melaksanakan mata kuliah tertentu sebagai bentuk integrasi dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selama dua hari, tiap program studi harus menggodok setiap kurikulum yang telah mereka miliki dan mengintegrasikan dengan sertifikasi.
Beliau juga menyebut bahwa secara umum profil lulusan biasanya berorientasi pada sebuah profesi. Namun juga bisa memiliki kemiripan secara satu dengan yang lain dengan perbedaan deskripsi profil lulusan. Daya saing yang tercipta lewat unggulan dan sertifikasi yang terintegrasi dengan mata kuliah akan memudahkan mahasiswa. Mereka memiliki waktu yang lebih efisien tanpa harus mengambil sertifikasi tertentu yang terprogram dalam kurikulum.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
