FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dekan FIKKIA Panen Udang Budidaya di Kolam Teaching Farm Akuakultur

KABAR FIKKIA – Budidaya udang vannamei identik dengan lahan yang luas dan pemodalan yang besar. Tambak menjadi kolam budidaya yang umum digunakan. Lalu, bagaimana jika dilakukan di kolam? Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam berhasil melakukan budidaya udang vannamei dalam kolam. Budidaya udang vannamei intensive tersebut merupakan hasil praktik mahasiswa. Didampingi dosen divisi sistem dan teknologi akuakultur Prayogo, S.Pi, M.P. kolam beton bervolume 2500 L (d=2m) menjadi lahan budidaya yang menjanjikan. Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) ikut turun kolam untuk memanen udang pada Jumat (03/08/2024) di teaching farm FIKKIA.

Hasil panen udang vannamei di teaching farm Prodi Akuakultur FIKKIA

Inovasi sistem budidaya udang vannamei terus mengalami kemajuan. Sistem bioflok yang selama ini dikenal oleh pembudidaya ikan juga dapat diterapkan pada budidaya udang vannamei. Prinsip sistem ini yaitu meminimalisir penggunaan air dan pakan yang berlebihan. Sebelum panen, kolam terlebih dahulu dikuras hingga menyisakan air setinggi betis.

Benur dipelihara intensive selama 70 hari dengan padat tebar udang 3000 ekor. Budidaya secara keseluruhan menghasilkan 15,5 kg udang vannamei segar. Metode ini dinilai efektif dilakukan bagi pembudidaya yang tidak memiliki lahan luas. Masyarakat pesisir yang memiliki sumber daya air laut melimpah dapat menerapkan cara budidaya ini. Prayogo menjelaskan dengan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) mengoptimalkan penggunaan air saat proses budidaya. Air yang sudah dipakai bisa dimanfaatkan terus menerus (resirkulasi air). Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana proses filtrasi secara fisika maupun biologi, serta generator oksigen untuk mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan.

Udang vannamei merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekspor terbesar. Nilai ekonomisnya yang begitu tinggi membuatnya menjadi primadona para petambak. Sebanding dengan harganya, tantangan budidaya udang vannamei juga tidaklah mudah. Berbagai macam faktor dapat mempengaruhi kesuksesan budidaya udang vannamei mulai dari, kualitas air, kualitas benur, manajemen pakan, dan manajemen pengendalian hama dan penyakit. Hal inilah yang menjadi tantangan pembudidaya. Budidaya udang di kolam buatan terbukti dapat menghasilkan udang berkualitas sesuai permintaan pasar.

Penulis: Diva Desmita

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *