FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Dosen KH Raih Beasiswa MEXT 2024 ke Osaka Metropolitan University Jepang

KABAR FIKKIA – Aditya Yudhana, drh., M.Si, dosen di Divisi Parasitologi Veteriner, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, berhasil menerima beasiswa bergengsi MEXT (Monbukagakusho) 2024. Beasiswa MEXT merupakan program beasiswa dari Pemerintah Jepang. Rencananya drh Adit akan melanjutkan studi S3-nya di Laboratory of Bioenvironmental Sciences, Graduate School of Veterinary Science, Osaka Metropolitan University, Japan.

Alasan Jepang dipilih karena sejalan dengan bidang keilmuannya, yaitu parasitologi.

“Alasan utama saya memilih Jepang, khususnya di Osaka Metropolitan University, adalah karena di sana terdapat Faculty of Veterinary Science dengan laboratorium parasitologi yang sangat berkembang. Dengan teknologi yang lebih maju, riset yang saya lakukan nantinya akan lebih terfasilitasi,” jelasnya.

Komunikasi intensif dengan profesor di universitas tersebut juga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya mendapatkan tempat di program ini.

Proses panjang pencarian informasi beasiswa

MEXT Scholarship adalah program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Jepang yang ditawarkan setiap tahun. Jenis beasiswa yang didapat merupakan beasiswa penuh. mencakup semua kebutuhan studi dan biaya hidup selama masa pendidikan. Ini tentu menjadi motivasi besar baginya untuk dapat fokus dan mengembangkan risetnya di Jepang tanpa perlu khawatir dengan biaya. Ia mendapatkan beasiswa ini melalui jalur university-to-university atau rekomendasi universitas.

“Pemerintah Jepang menyediakan dua jalur utama untuk beasiswa ini: government-to-government dan university-to-university. Saya berhasil mendapatkan beasiswa melalui jalur yang kedua,” ungkapnya.

Pengalaman riset jadi kunci keberhasilan

Pengalaman riset sebelumnya membantu dalam memperoleh beasiswa. Awalnya ia mendapat informasi beasiswa dari mitra penelitian yang sekarang menjadi timnya. Tidak hanya itu, publikasi ilmiah yang dihasilkan dari riset-riset sebelumnya juga menjadi faktor penting dalam profil aplikasinya.

“Pengalaman riset yang saya miliki membuat profesor di Jepang melihat bahwa saya memiliki track record yang kuat di bidang parasitologi, yang merupakan nilai tambah besar dalam proses seleksi,” tuturnya saat  diwawancara

Lima tahun terakhir penelitian dan publikasi ilmiah yang dilakukan drh. Adit adalah bidang parasitologi. Lebih lanjut, ia menyarankan kepada mahasiswa yang berminat studi lanjut diluar negeri agar mempersiapkan diri. Proses seleksi yang panjang, serta standar akademik ketat membutuhkan ketrampilan managerial waktu yang baik.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Dr. Aditya siap mengemban amanah ini dan berharap dapat membawa ilmu dan teknologi terbaru di bidang parasitologi kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Jepang.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *