FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Beredar Video Viral Bapak Kos Makan Daging Kucing, Dosen KH FIKKIA Beri Tanggapan

KABAR FIKKIA- Beberapa waktu yang lalu, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video seorang bapak kos yang terlihat sedang memakan daging kucing. Video ini memicu kontroversi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat kucing tidak termasuk dalam hewan ternak yang lazim dikonsumsi.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Prima Ayu Wibawati drh M.Si, menyampaikan pandangannya. 

Dalam dunia kesehatan masyarakat veteriner, Dokter Prima mengungkapkan bahwa kucing tidak pernah dikategorikan sebagai bahan pangan dan tidak ada satupun referensi mengenai berapa besar kandungan nutrisi atau kalori yang terkandung dalam daging kucing.

Lebih lanjut, Dokter Prima menjelaskan bahwa meskipun di Indonesia tidak ada peraturan khusus yang melarang konsumsi daging kucing, tindakan tersebut bukanlah hal yang lazim dilakukan. Selain berisiko bagi kesehatan, konsumsi daging kucing juga bertentangan dengan norma mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam, di mana kucing merupakan salah satu hewan yang haram untuk dimakan.

“Di Indonesia, kucing tidak termasuk dalam kategori hewan ternak pangan yang dapat dikonsumsi. Sehingga, tidak ada standar penyembelihan maupun penggunaan daging kucing untuk konsumsi manusia,” tambahnya.

Risiko

Selain masalah legalitas dan etika, Dokter Prima juga menyoroti potensi bahaya kesehatan yang dapat timbul dari mengonsumsi daging kucing. Salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui daging kucing adalah toksoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Selain itu, terdapat juga risiko tertular penyakit lainnya seperti salmonellosis, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

“Daging kucing tidak memiliki jaminan keamanan untuk dikonsumsi manusia. Tidak ada standar kebersihan atau prosedur penyembelihan yang diterapkan untuk kucing, sehingga konsumsi daging kucing sangat berisiko,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Dokter Prima menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua hewan dapat dikonsumsi. Penegakan hukum yang tegas dan edukasi masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Penulis: Bintang Muslimah

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *