Pernakah anda mendengar tentang telinga yang berjamur. Iya, telinga bisa ditumbuhi jamur. Telinga berjamur atau infeksi jamur adalah infeksi pada liang telinga yang disebabkan oleh jamur. Biasanya kasusnya banyak ditemukan di negara yang tropis Indonesia. Cuaca yang panas dan lembab memicu pertumbuhan jamur. Berikut penjelasan dr. Citra Dwi Novastuti, Sp. THTBKL Dosen Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR akan membahas faktor penyebab telinga berjamur.
Membahas infeksi jamur di telinga
Jamur dapat menginfeksi liang telinga yang mengalami radang. Radang merupakan suatu kondisi dari respon local system peredaran darah dan system imun yang mengalami kerusakan jaringan. Radang pada liang telinga ini membuat keadan yang lembab sehingga jamur bisa tumbuh. Keadaan umum yang menyebabkan jamur bisa tumbuh adalah keadaan yang lembab, gelap, dan hangat seperti pada liang telinga yang sedang radang. Jamur yang paling sering menginfeksi liang telinga adalah Candida dan Aspergillus.
Faktor terjadinya infeksi jamur
Keradangan pada liang telinga dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
- Kebiasaan sering mengorek telinga
- Sering kontak dengan air sehingga menyebabkan liang telinga lembab
- Pemakaian earphone dengan intensitas tinggi
- Pemakaian tetes telinga dalam jangka panjang
- Keadaan imun tubuh yang menurun pada pasien
Kebiasaan mengorek telinga dan pemakaian earphone dapat menyebabkan kulit liang telinga mengalami maserasi atau luka mikro dan hilangnya lapisan pelindung pada liang telinga. Hal ini akan memudahkan infeksi jamur melalui kulit. Seringnya kontak liang telinga dengan air seperti pada perenang atau penyelam akan menyebabkan perubahan struktur kulit dan kelembaban liang telinga.
Kondisi ini akan menyebabkan pH kulit berubah sehingga jamur bisa leluasa menyebar dan menimbulkan infeksi telinga. Cuaca yang panas dan lembab disertai dengan keringat berlebih juga dapat menjadi faktor risiko perubahan pH pada liang telinga dan menyebabkan infeksi jamur. Begitu pula dengan pemakaian tetes telinga yang mengandung anti radang dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahanan pH atau kelembaban di dalam liang telinga.
Kondisi imun tubuh pasien yang menurun juga dapat memudahkan infeksi jamur seperti pada penderita diabetes mellitus atau kencing manis dan HIV/AIDS. Pada pasien dengan infeksi telinga yang kronis sebelumnya dengan keluarnya cairan dapat juga menyebabkan tumbuhnya jamur karena kondisi yang lembab pada liang telinga.
Gejala dan gangguan yang dialami penderita
Gejala yang dirasakan pada pasien diantaranya:
- Rasa gatal pada telinga, kemudian dalam beberapa waktu dapat menimbulkan rasa panas dan luka
- Rasa penuh
- Nyeri telinga, bisa menjalar hingaa rahang dan kepala
- Telinga berbunyi
- Gangguan pendengaran
- Keluarnya cairan dari liang telinga
Jika gejala tersebut dirasakan segeralah mengunjungi dokter THT terdekat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi Kesehatan telinga agar dapat segera ditindak lanjuti. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga kebersihan telinganya dengan memastikan kondisi telinga dalam keadaan kering dan tidak terlalu lembab, memakai aerphone seperlunya, dan melaksanakan pemeriksaan telinga setidaknya enam bulan sekali.
Penulis: dr. Citra Dwi Novastuti, Sp. THTBKL
