FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Sosialisasi Pemanfaatan Panel Surya dan Pertanian Kontur PPK Ormawa FIKKIA pada PKK Desa Tamansari

KABAR FIKKIA – PPK Ormawa dari Komikat Konservasi dan Pecinta Alam Universitas Airlangga (KPAK) mengadakan acara pengenalan panel surya dan pertanian kontur pada Sabtu (7/09/2024). Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi kepada 30 warga Desa Tamansari di Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung di kantor desa ini mengangkat tiga topik utama. Ada tiga jenis pelatihan yang dilakukan, yaitu panel surya, pertanian dengan memperhatikan kontur lahan, dan juga pembuatan jamu. Warga datang memenuhi pendopo Desa Tamansari dengan semangat dan antusias.

Baca juga: PPK Ormawa KPAK FIKKIA Universitas Airlangga 2024 Lakukan Revitalisasi Rumah Semai

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada warga tentang teknologi panel surya dan pertanian kontur. Selain itu, juga mengajarkan cara mengolah tanaman keluarga atau jamu agar menjadi produk bernilai. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan memberikan kekuatan pada tanaman herbal asli yang tumbuh di sekitar mereka.

Memperkenalkan panel surya untuk warga desa tamansari

Pendiri Sky Farm, Dr. Ananta Naufak Habibi, Sp.,Ot menguraikan berbagai kegunaan panel surya yang bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Selain membantu menghemat energi, panel surya juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Penggunaan panel surya acap kali digunakan sebagai sumber energi pompa air dan penerangan jalan raya. Warga Desa Tamansari diundang untuk melihat secara langsung panel surya yang terpasang di rumah semai. Lokasi tersebut menggunakan panel ini untuk menyirami tanaman obat yang ada di sana.

Warga dengan antusias menyimak setiap materi yang diberikan narasumber. Sumber: Penulis

Setelah sesi panel surya, dilanjutkan dengan menyampaikan informasi tentang pertanian kontur kepada peserta. Pertanian kontur merupakan teknik budidaya tanaman di lahan yang memiliki kemiringan dengan cara membentuk teras atau pola aliran air. Pertanian kontur dapat mengurangi erosi dan menjaga kelembapan tanah. Pemanfaatan teknik ini sangat berguna untuk daerah perbukitan seperti Banyuwangi yang rentan menghadapi masalah erosi tanah.

Warga cicipi selai dan sirup dari tanaman obat keluarga

Setelah dua sosialisasi tersebut, warga juga diajak mengikuti uji organoleptik. Warga diajak mencicipi selai dan sirup yang dibuat dari bahan-bahan TOGA. Produk yang dihasilkan antara lain selai dari jahe dan beras kencur, serta sirup dari ginger breeze dari bahan utama selaginella, jahe dan rosella . Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman kepada warga dalam mencicipi hasil olahan, tetapi juga menambah wawasan mereka mengenai pengolahan produk herbal.

Sesi terakhir ditutup dengan pelatihan pembuatan selai jahe dan beras kencur. Ibu-ibu PKK Desa Tamansari sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena mereka dapat mempelajari cara mengolah tanaman yang sering ditemui di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai jual.

Kegiatan sosialisasi ini dilengkapi dengan pretest dan posttest yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman warga sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat Desa Tamansari dapat lebih memanfaatkan potensi alam dan teknologi yang ada untuk kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health Well-Being, ke-11 Partnership for the Goals dan ke-15 Life on Land 

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *