KABAR FIKKIA – Kamis (19/092024), Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi kedatangan tamu dari SMAN 1 Dukun Gresik. 250 Siswa yang datang merupakan kelas 11 dari peminatan IPA dan IPS beserta guru pendamping. Kunjungan ini bertujuan untuk mencari tahu kampus UNAIR yang ada di Banyuwangi, serta memotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Drs. Kholid, M.Pd, guru SMAN 1 Dukun Gresik, mengungkapkan bahwa banyak siswa yang kurang berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, sehingga acara ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian guru-guru. “Kami ingin menumbuhkan semangat belajar dan menunjukkan bahwa pendidikan lanjutan dapat membuka banyak peluang di masa depan,” ujarnya.
Acara ini diikuti oleh sejumlah perwakilan dari FIKKIA UNAIR, meliputi kepala departemen, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi. Di antaranya adalah Cheisa (KH 2021), Anwar (Akuakultur 2021), Andin (Kesmas 2022), dan Aron (Kedokteran 2024). Mereka berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan lanjutan untuk melatih rasionalitas mereka dalam berpikir dan mengambil keputusan. Perwakilan mahasiswa ini juga merupakan anak rantau yang notabennya jauh dari kota banyuwangi.
Dalam sesi motivasi, Arif Habib Fasya, S.Pi., MP, dosen Akuakultur, menjelaskan bahwa prospek kerja di bidang akuakultur sangat menguntungkan.
“Industri di darat sudah jenuh, sehingga akuakultur menjadi solusi yang menjanjikan untuk masa depan,” paparnya.

Jurusan IPS Bisa Masuk FIKKIA
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh siswa adalah mengenai penjurusan. Program studi di FIKKIA yang menerima program lintas minat adalah Akuakultur dan Kesehatan Masyarakat. Sehingga, adik adik kelas 11 maupun 12 saat ini yang mengambil jurusan IPS bisa memilih dua prodi tersebut.
Dosen Kesehatan Masyarakat, Syifaul Lailiyah, S.KM., M.Kes, turut menekankan bahwa mahasiswa dari latar belakang IPS atau SMK pun dapat berkuliah di FIKKIA.
“Jangan ragu untuk memilih FIKKIA. Meski kalian di SMA mengambil lintas minat sosial, di prodi Kesehatan Masyarakat kami bekerja untuk masyarakat, mencegah penyakit, dan berkontribusi secara preventif,” ujarnya.
Syifa juga menambahkan bahwa banyak mahasiswa dari latar belakang IPS yang berhasil di program studi Akuakultur.

Banyuwangi Kota Ramah Perantau
Tidak hanya menyampaikan materi akademik, para perwakilan mahasiswa juga berbagi pengalaman tentang kehidupan di Banyuwangi. Cheisa, mahasiswa Kedokteran Hewan, menuturkan bahwa biaya hidup di Banyuwangi terbilang lebih murah dibandingkan dengan Surabaya atau Malang. Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti berbagai beasiswa, dan pengalaman belajar dalam dan luar negeri.
“Selama kuliah, saya hanya diberi uang bulanan sebesar satu juta, dan itu sudah mencukupi untuk biaya makan dan kos,” jelas mahasiswa asal Jombang tersebut.
Respon siswa SMAN 1 Dukun Gresik sangat antusias. Banyak yang tertarik dan bertanya tentang cara masuk universitas, beasiswa, serta prospek karier setelah lulus. Acara ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk merencanakan masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan lanjutan.
Penulis : Cheisa Alfii Yudha Nasrulloh
Editor : Avicena, C. Nisa
