KABAR FIKKIA – Ultrasonografi (USG) dan analisis hematologi semakin populer di kalangan dokter hewan. Penggunaannya sebagai upaya meningkatkan kesehatan hewan dan mempercepat diagnosis penyakit. Kedua metode ini memberikan informasi yang vital dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakit hewan. Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA dalam pembacaan USG dan analisis hematologi, Kamis (24/10/2024), Divisi Wild and Domestic Animal Care HMKH menyelenggarakan kuliah tamu. Kuliah tamu dihadiri oleh 80 mahasiswa semester satu hingga tujuh.
Disesi materi pertama dilakukan secara daring via zoom menghadirkan drh. Anggun M. Yusuf. Alumni KH PSDKU UNAIR 2015. Adapun pemateri professional drh. Risa Isna Fahziar sekaligus owner Klinik Sahabat Satwayang akan menyampaikan materi mengenai hematologi.
Mengenal USG untuk Melihat Diagnosa Penyakit
Pencitraan USG membantu dokter hewan memvisualisasikan berbagai struktur organ dalam dari tubuh pasien. Ini sangat berguna untuk mendeteksi kondisi seperti kebuntingan, pembengkakan organ, adanya tumor, atau kelainan struktural lainnya.
“USG memungkinkan kita untuk melihat kondisi hewan secara langsung, sehingga membantu dalam pengambilan keputusan medis yang lebih tepat,” ujar drh. Anggun yang saat ini sedang berkarir di Amy Animal Clinic.
Beberapa kasus yang ditemukannya, antara lain Pyometra, Endometritis, Blood Clot pada kandung kemih, dan Ascites. Keunggulan pemeriksaan tubuh menggunakan USG adalah tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dilakukan tanpa adanya anastesi pada banyak kasus.
Pemeriksaan Hematologi
Hematologi merupakan studi tentang sel darah dan jaringan pembentuk darah untuk mendiagnosis dan mengetahui kondisi suatu penyakit/ kelainan. Analisis hematologi memberikan informasi penting mengenai komposisi darah. Dengan memeriksa sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, dokter hewan dapat mengidentifikasi berbagai gangguan, seperti anemia, infeksi, atau reaksi alergi.

“Dari hasil tes hematologi, kita bisa mendapatkan gambaran tentang kondisi umum hewan,” ujar drh. Risa. Hasil tes ini seringkali menjadi petunjuk awal yang krusial untuk diagnosis lebih lanjut.
Integrasi USG dan hematologi dalam prosedur diagnostik memberi petunjuk yang lebih komprehensif untuk menilai kondisi kesehatan hewan. Dengan memadukan informasi dari kedua sumber ini, diagnosis dapat dilakukan dengan lebih akurat, sehingga memungkinkan perawatan yang lebih efektif. Sebagai contoh, jika hasil hematologi menunjukkan adanya infeksi, USG dapat digunakan untuk mengecek apakah ada abses atau kelainan lain yang mungkin menjadi penyebabnya. Kombinasi ini sangat penting, terutama dalam kasus penyakit yang kompleks. Penggunaan USG dan hematologi sebagai pemeriksaan lanjutan dalam diagnosis penyakit hewan menawarkan peluang besar dalam meningkatkan hasil perawatan. Dengan kemajuan teknologi dan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan hewan, diharapkan dokter hewan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada hewan peliharaan dan ternak di Indonesia.
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa
Editor: Avicena C. Nisa
