FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Baru Launching, Mari Kenal Lebih Dekat Dengan Aplikasi FANCHIP

KABAR FIKKIA – Civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas AIrlangga (UNAIR) tak hentinya mengucurkan ide terbaru. Membuktikan insan Kampus Banyuwangi itu memiliki jiwa kreatif, inovatif, dan solutif. Berbagai inovasi digital terus bermunculan dalam mendukung modernisasi masyarakat disetiap sendi kehidupan. Tak terkecuali teknologi bidang peternakan.

Kabar baiknya, Program Studi Kedokteran Hewan melirik penggunaan microchip dalam penyimpanan data ternak. Hal tersebut kini terwujud lewat Pengabdian masyarakat Inovasi Microchip Sebagai Sarana Optimalisasi Pabrik Cempe dengan Data Recording pada Peternakan Kambing Perah Di Banyuwangi Berbasis Aplikasi.

Launching aplikasi FANCIP di acara kontes kambing Tegalsari. Sumber: Penulis

Saat ini Kedokteran Hewan FIKKIA telah meresmikan penggunaan microchip dan aplikasi FIKKIA Animal Chip (FANCHIP). Peluncuran bertempat di booth dalam kegiatan Local Contest Gebyar Peternak Tegalsari Cup 2024 pada Minggu (27/10/2024). FIKKIA juga menampilkan salah satu kambing yang telah terpasang FANCHIP dan terdata secara khusus.

Aplikasi FIKKIA Animal Microchip (FANCHIP)

FANCHIP adalah alat recording berupa microchip pencatatan data ternak yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis android. Alat tersebut berfungsi mengidentifikasi data hingga mengakses informasi. Berupa silsilah, potensi, status reproduksi, hingga pelacakan lokasi. Microchip yang tersedia di implan pada bagian leher atau belakang telinga hewan. Pemasangan dapat dilakukan oleh dokter hewan dengan injeksi subkutan. Lewat teknik tersebut microchip dapat sampai pada bagian bawah kulit tanpa terlihat secara makroskopis dari visual mata. Microchip tersebut dapat dipindai menggunakan alat scan yang tersambung dengan aplikasi dan cloud. Sehingga aplikasi dapat menampilkan data yang terpindai.

Tampilan aplikasi FANCHIP. Sumber: Penulis

Latar belakang dari pembuatan aplikasi adalah peningkatan digitalisasi dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencatatan data. Penggunaan FANCHIP dapat mendukung keefektifan pencatatan data yang secara konvensional dicatat pada bidang kertas. Selain alasan ramah lingkungan, penggunaan aplikasi digital dapat memuat data secara berkelanjutan tanpa umur atau kapasitas tertentu. Pengembang hanya perlu secara berkala melakukan update dan penambahan kapasitas cloud untuk server digital. Microchip yang digunakan juga aman bagi ternak, jadi peternak tak perlu khawatir dengan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Penampilan hewan juga tetap alami dan estetis sebagaimana mestinya. Melalui penggunaan microchip dan FANCHIP maka dapat membuat optimalisasi peternakan dengan tepat, produksi HEBAT. Arti dari HEBAT tersebut memiliki makna tersendiri yaitu: (H)emat waktu dan biaya, (E)fisiensi produksi, (B)erkelanjutan, (A)kurat, dan (T)erintegrasi.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *