KABAR FIKKIA – Opening ceremony WUACD International Student Mobility in Community Development Universitas Malaysia Terengganu (UMT) dengan Universitas Airlangga. Program yang berlangsung pada Kamis 7/11/2024 di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR. Dekan FIKKIA Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K) menerima langsung delegasi yang dipimpin oleh Dr. Norhayati binti Ab Manaf.
Prof. Ni Nyoman Tripuspaningsih, M.Si., selaku Chairperson World University Association for Community Development (WUACD) sekaligus Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga, turut menyambut hangat.

Prof Nyoman menegaskan bahwa kegiatan ini adalah peluang emas bagi mahasiswa untuk belajar tentang konservasi alam di wilayah Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian dan interaksi langsung dengan masyarakat, menumbuhkan empati serta pengetahuan praktis tentang lingkungan.
Senada dengan tersebut, Prof. Soetojo, dr., Sp.U. (K). beliau menambahkan Banyuwangi memiliki kekayaan alam keanekaragaman hayati yang luar biasa. Diversitas yang ada perlu dijaga dan dilestarikan.
Penyambutan dilanjutkan dengan penampilan tari Gandrung dari Erzyllia Savana, mahasiswa Kesehatan Masyarakat.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama yang penuh keakraban. Malam itu diakhiri dengan keberangkatan mahasiswa menuju Desa Tamansari. Disanamerekan akan tinggal dan belajar mereka selama 10 hari program berlangsung. Di desa ini, para peserta akan mempelajari konservasi tanaman obat dan strategi mitigasi bencana alam.
Pembekalan Seputar Lingkungan Alam dan Konservasi.
Peserta dibekali materi seputar mitigasi kebencanaan, dan konservasi alam. Materi diberikan oleh Almando Geraldi, S.Si., Ph.D., Sekretaris Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga, yang menggarisbawahi pentingnya pengetahuan lokal dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Program ini diharapkan memberikan wawasan teoritis dan keterampilan praktis dalam upaya konservasi dan pengembangan masyarakat.
“Kegiatan ini membuka wawasan dan membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan,” ujar Prof. Soetojo.
Program tahunan yang rutin digelar oleh WUACD ini mengajarkan para peserta untuk terlibat langsung dalam praktik konservasi alam dan memahami peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Dengan adanya kolaborasi lintas negara ini, diharapkan tercipta generasi muda yang sadar lingkungan dan mampu berkontribusi dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan.
Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh pihak yang terlibat. Memperkuat kerja sama akademik antara Universitas Airlangga dan Universitas Malaysia Terengganu. Menegaskan pentingnya hubungan internasional dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnership for the Goals
Penulis: Aqila Fawziya Mustafa
Editor: Avicena C. Nisa
