FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa UMT Menjajal Pertanian Kontur Desa Tamansari

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Universiti Malaysia Terengganu (UMT) bersama dengan tim WUACD Internasional Community Development UNAIR mengadakan kegiatan pembelajaran bertajuk “Exploring the Natural Potential of Tamansari Village and Conservation of Medicinal Plants and Application of Renewable Energy”. Kegiatan berlangsung pada Minggu (10/11/2024) di Desa Tamansari, yang dikenal sebagai desa wisata budaya dan alam. Tujuan kunjungan adalah untuk menggali potensi alam dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai upaya penanganan perubahan iklim. Desa Tamansari merupakan tempat dimana PPK Ormawa KPAK FIKKIA UNAIR mengaplikasikan program konservasi tanaman obat.

Hari keempat kegiatan mahasiswa UMT di Desa Tamansari difokuskan pada pertanian kontur. Pertanian kontur melibatkan penanaman tanaman sejajar dengan garis kontur tanah. Cara ini terbukti efektif dalam mengurangi erosi tanah, mencegah banjir, dan meningkatkan kesuburan tanah. Dengan mengikuti kontur, aliran air dapat terhambat, sehingga mengurangi risiko erosi yang merusak lapisan tanah subur.

Selain itu, penanaman yang dilakukan sejajar dengan kontur juga membantu memperlambat aliran air, yang mengurangi risiko banjir di area pertanian. Ini sangat penting di lahan miring yang ada di Desa Tamansari, di mana pengelolaan air yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah. Metode yang dipilih terbukti mecegah erosi hingga 50%, terutama dilereng pegunungan.

Menyiapkan lahan pertanian. Sumber: PPKO KPAK

Dipandu oleh Fahmi dan Anta (Akuakultur 2022), mahasiswa UMT belajar pengolahan lahan yang tepat. Cara bertani yang tepat dapat menjaga ekosistem dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Penanaman kumis kucing. Sumber: PPKO KPAK

Dalam sesi praktik, mahasiswa melakukan penanaman tanaman obat seperti kumis kucing, sela, dan telang menggunakan teknik kontur. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa serta wawasan baru tentang cara bertani yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui penerapan teknik pertanian kontur, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian secara keseluruhan.

Mahasiswa UMT mendapat pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu pertanian yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang pertanian. Kolaborasi UMT dan UNAIR berkontribusi dalam menciptakan solusi pertanian yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, aktifitas yang dilakukan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke 15 – Life on Land dan ke-17 Partnership for the Goals.

Penulis: Putri Erlina Aulia Sasdi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *