KABAR FIKKIA — PPK BEM FIKKIA UNAIR kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Abdidaya Ormawa 2024. Kompetisi Puspresnas Kemendikbudristek tersebut terselenggara di Universitas Udayana, Bali, selama tiga hari (7-9/11/2024). Melalui program “RUMPIKU” (Rumah Pendamping Keluarga untuk Pencegahan Stunting di Desa Watukebo), tim FIKKIA UNAIR berhasil meraih penghargaan sebagai Terbaik 4 dalam kategori Tim Daya Juang dari 160 tim terpilih se-Indonesia.
Abdidaya Ormawa merupakan puncak apresiasi pelaksanaan program PPK Ormawa. Rangkaian kegiatan menarik seperti pameran expo, sarasehan, semiloka, workshop poster, hingga malam penganugerahan. Melalui rangkaian ini, tim PPK Ormawa FIKKIA UNAIR mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja RUMPIKU bersama masyarakat Desa Watukebo
Cadasnya Jalan Tak Jadi Penghalang
Desa Watukebo diakses jarak tempuh 42 km dari kampus. Terjalnya perjalanan tidak menyurutkan niat mahasiswa dalam mewujudkan desa bebas stunting disana. Komunikasi dengan masyarakat yang menggunakan Bahasa Madura juga menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi saat presentasi, tim dituntut mampu memberikan jawaban tepat, cepat, dan akurat dalam menanggapi pertanyaan juri.
Dalam ajang ini, tim RUMPIKU mendapatkan tanggapan positif dari juri. Para juri yang telah mengenal program RUMPIKU sejak seleksi proposal memberikan dukungan penuh dan apresiasi atas keberlanjutan program yang dirancang. Keakraban dengan juri menjadi nilai tambah saat tim FIKKIA UNAIR mempresentasikan hasil akhir kegiatan, karena juri telah mengikuti progress program dari awal hingga akhir.
Presentasi, tim PPK BEM FIKKIA UNAIR dilakukan oleh Ketua Tim Pelaksana Azizah (Kesmas 2022), Ketua Ormawa Asrof (Kesmas 2021), dan perwakilan anggota lainnya sesuai ketentuan dari Belmawa. Mahasiswa dengan semangat tinggi dan dedikasi dalam menjawab tantangan lapangan serta keberlanjutan program. Pembina tim, Syifaul Lailyah, SKM, M.Kes, juga aktif memberikan arahan dalam proses ini.
Rencana Keberlanjutan Program
“Program RUMPIKU akan dilanjutkan dengan menjadikan Desa Watukebo sebagai desa binaan. Kader RUMPIKU yang telah dilatih akan terus mengedukasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Tak hanya itu, kerja sama tim dengan Dinas Sosial dan BKKBN berhasil membuahkan hasil konkret berupa intervensi khusus untuk satu kasus stunting terparah di Desa Watukebo,” ujar Asrof.
Seleksi Ketat dan Prestasi Mengesankan
Perjalanan tim menuju Abdidaya 2024 sangat kompetitif. Seleksi awal proposal terdapat 2.289 subproposal, 676 proposal yang lolos seleksi administrasi, hingga tahap presentasi dan pendanaan untuk 622 tim. Dari seleksi laporan kemajuan, akhirnya tersaring 160 tim terbaik yang diundang ke Bali. Keberhasilan tim FIKKIA UNAIR menduduki posisi Terbaik 4 dari 160 tim menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Prestasi ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi FIKKIA UNAIR, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.
Penulis: Cheisa Alfii Yudha Nasrullah
Editor: Avicena C. Nisa
