KABAR FIKKIA– Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga sukses menggelar seminar kesehatan untuk umum yang bertajuk “Aktivitas Fisik dan Manfaatnya Bagi Kesehatan” pada Sabtu (30/11/2024). Bertempat di Aula Kampus Mojo FIKKIA, acara menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai isu kesehatan. Mulai dari gangguan buang air kecil, disfungsi ereksi, hingga manfaat olahraga bagi kesehatan reproduksi. Seminar diikuti oleh 90 peserta dari civitas akademik dan masyarakat umum.
Seminar diawali dengan materi oleh Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.(K), Dekan FIKKIA UNAIR, yang membahas topik “Beser pada Orang Awam. Kok Bisa?”. Prof. Soetojo menjelaskan bahwa beser, atau ketidakmampuan menahan buang air kecil, sering kali berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya.

“Beser dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Faktor-faktor penyebabnya meliputi usia, kehamilan dan persalinan, kondisi medis tertentu, serta efek samping obat-obatan,” ungkap beliau.
Penanganan dapat diatasi dengan latihan otot dasar panggul (senam kegel), menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu terjadinya beser. Terapi perilaku (biofeedback, bladder training), dapat menjadi pilihan jangka panjang, serta intervensi bedah untuk kasus berat.
Banyak Faktor Pengaruhi Terjadinya Disfungsi Ereksi
Topik berikutnya disampaikan oleh dr. Muhammad Surya Negara, Sp.U., dengan subtema Disfungsi Ereksi. Dalam paparannya, beliau mengungkapkan bahwa disfungsi ereksi merupakan masalah kesehatan umum yang dialami pria, terutama dengan bertambahnya usia.
“Prevalensi disfungsi ereksi meningkat seiring usia. Sekitar 30-50% pria berusia 40-70 tahun mengalami kondisi ini,” jelasnya. Faktor medis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, faktor psikologis seperti stres dan kecemasan, serta gaya hidup seperti merokok dan kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama.
Aktifitas Fisik dan Nyeri Haid
Narasumber terakhir, dr. Sulistyowati, Sp.OG., M. Ked.Klin membawakan topik “Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Reproduksi”. Beliau menyoroti bagaimana olahraga dapat membantu mengatasi masalah seperti nyeri haid, haid tidak teratur, dan sindrom pramenstruasi (PMS).
“Nyeri haid terjadi akibat sekresi prostaglandin yang memicu kontraksi rahim dan meningkatkan sensitivitas nyeri. Olahraga secara fisiologis dapat meningkatkan sirkulasi darah dan ambang nyeri. Dari sisi psikologis mengurangi stres, dan serta secara biokimia merangsang pelepasan endorfin, zat alami penghilang rasa sakit,” terang dr. Sulistyowati.
Seminar yang dimoderatori oleh dr. Citra Dwi N., Sp.T.H.T.K.L. tersebut, berlangsung interaktif . Sesi tanya jawab yang melibatkan audiens dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum. Peserta mengapresiasi penyampaian yang informatif dan relevan dengan isu sehari-hari.

Seminar memberikan pemahaman penting tentang peran aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh sekaligus menyoroti isu kesehatan yang sering terjadi. Dekan FIKKIA Prof. Soetojo sekaligus narasumber pada seminar tersebut berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan olahraga teratur.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Well Being.
Unduh Sertifikat Peserta Seminar Umum Kesehatan :
Catatan: Link Unduh Sertifikat berlaku sampai 5 Januari 2025
Penulis: Bintang Muslimah
Editor: Avicena C. Nisa
