FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

BEM FIKKIA x POLRESTA Banyuwangi Bersinergi Cegah Peredaran Narkoba dan Judi Online

KABAR FIKKIA – Dalam rangka membangkitkan kembali kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba dan judi online. BEM Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi dengan POLRESTA Banyuwangi adakan seminar “Bahaya Narkotika dan Judi Online.” Kegiatan bertempat di Aula Mojo yang berlangsung Sabtu (7/12/2024). Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Banyuwangi hadir secara langsung. Mulai dari POLMAIN, POLIWANGI, UNTAG, STIKOM, STIKES, dan UNIBA. Pakta integritas bersama diakhir acara juga menjadi bukti kontribusi agent of change memerangi narkotika dan judi online secara berkelanjutan.

Siap Bersinergi Bersama Mahasiswa

Kapolresta Banyuwangi, Kombes. Pol. Rama Samtama Putra mengatakan akan bersinergi bersama perguruan tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Terutama menjalankan program pemerintah pusat dalam ketahanan pangan. Mulai dari pemberdayaan petani, peternak, dan nelayan mengoptimalkan hasil produksi serta mengamankan distribusi lapangan.

Tak hanya itu, bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar penyelesaian extraordinary crime berupa narkotika dan judi online. Polresta Banyuwangi mengajak mahasiswa turut berperan aktif dalam upaya preventif dan pelaporan terkait kasus tersebut. Sehingga kolaborasi dan menyamakan misi bersama kepolisian dalam edukasi, pencegahan, riset, dan operasi bersama dapat terwujud sesuai tupoksi masing-masing.

Kapolresta Banyuwangi memberi pengarahan pencegahan judi online. Foto: UKIP FIKKIA

Lawan Peredaran Narkoba

Kastreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol., M. Khoirul Hidayat mengatakan upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia melalui P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Pencegahan Penyalahgunaan, dan Pengendalian Peredaran Narkoba) perlu kontribusi masyarakat luas. Secara khusus Polri terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan narkoba, menggunakan pendekatan humanis. Kolaborasi bersama elemen masyarakat berhasil menanamkan nilai positif untuk menghindarkan suatu komunitas dari narkotika.

Peran masyarakat juga tak sebatas sebagai agen pencegahan. Namun juga termasuk sebagai informan untuk mendeteksi peredaran narkotika dalam suatu jaringan tertentu. Mahasiswa yang merupakan agent of change juga dituntut ikut serta memerangi narkotika lewat sikap proaktif dalam lingkungan. Sebab sebagian perguruan tinggi masuk dalam teritori Banyuwangi Kota dan sekitarnya teridentifikasi dalam wilayah sangat rentan peredaran barang terlarang.

Moderator pimpin jalannya diskusi interaktif mahasiswa dengan Kompol., M. Khoirul Hidayat (kanan). Foto: UKIP FIKKIA

Adiksi Judi Online

Kanit Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi, Hendra Prabowo, S.H. menuturkan judi mengakar lekat dalam masyarakat sejak peradaban terbentuk. Adiksi perjudian bagai godaan yang tak bisa mudah lepas. Iming-iming kemenangan agar mendapat kekayaan secara instan telah memperdayai banyak masyarakat. Perkembangan teknologi saat ini telah menggeser permainan judi yang berlangsung dari sebuah pertemuan menjadi online.

Terwujud dalam segala bentuk permainan dengan peruntungnan yang dibuat dalam platform online.  Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat mengakses situs judi online yang kini semakin samar dan dapat diakses oleh siapapun.

Masyarakat harus waspada terkait ilusi manipulatif dari sebuah kemenangan judi online. Bukan membuat untung, tetapi membuat masyarakat semakin rungkad. Judi online tak lagi melibatkan keberuntungan sebagai peluang untuk menang. Sistem algoritma 10% menang dan 90% kalah telah siap menjebak para penggunanya. Dengan semakin masifnya pengguna, berbagai masalah kriminalitas muncul untuk meraih pundi-pundi rupiah agar dapat melakukan depo. Bahkan kini personal masyarakat yang gemar bermain judi online dapat teridentifikasi melalui ciri khusus. Seperti susah kepala, mengurung diri dari aktivitas sosial, hingga menghalalkan segala cara mendapatkan uang untuk depo.

Tantangan sekarang juga menghampiri sektor perbankan yang menjadikan transaksi jual beli rekening bagi bandar. Sehingga identitas bandar judi sebagai pengguna rekening tidak dapat teridentifikasi. Dengan masifnya pemberantasan judi online juga menggeser aktivitas server bandar ke negara yang melegalkan perjudian. Tentu hal tersebut membuat penindakan tanpa ekstradisi menjadi hal yang sulit. Oleh karena itu, peran serta mahasiswa dalam upaya pencegahan bersama untuk komunitas masyarakat sangat diperlukan.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnership for the Goals.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *