FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Kesmas FIKKIA Serukan Kampanye Anti-Bulliying pada Remaja

KABAR FIKKIA – Data Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Jawa Timur menunjukkan tren penurunan kasus bullying. Angka tersebut menurun, dari 280 kasus pada Januari-Juli 2023 menjadi 90 kasus pada periode yang sama di tahun 2024. Meski demikian, bullying tetap menjadi perhatian penting terutama pada anak remaja. Masa pubertas adalah periode krusial dalam perkembangan remaja. Oleh karena itu mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR mengadakan kampanye anti perundungan.  Kampanye diselenggarakan Jumat (06/12/2024) kepada 40 siswa kelas 8 di SMPN 2 Kalipuro Banyuwangi.

Tujuan kampanye mahasiswa adalah mewujudkan generasi remaja bebas bullying. Lima mahasiswa yang terlibat dalam kampanye anti bulliying antara meliputi Faradila Nurrochmah, Aulia Laela Alfiani, Moh. Aulia Huwaiza Efendi, Cut Sriwahyunni, dan Uni Eska Mahmudi. Mereka memberikan materi tentang menghadapi pubertas dan penjelasan mengenai bullying.

Manajemen Diri dan Kontrol Emosi Remaja

Peran teman sebaya sangat berpengaruh pada kesehatan mental remaja, sehingga edukasi tentang pencegahan perilaku berisiko seperti bullying sangat dibutuhkan. Mental remaja berkaitan dengan bagaimana manajemen diri dan control emosi yang baik. Sebagai remaja awal yang rentang mengalami pergolakan emosional hal tersebut sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Keterampilan manajemen diri meliputi pengendalian diri, pengambilan keputusan, penguatan diri, dan pemecahan masalah. Dari keterampilan diri yang baik dapat menghindarkan remaja dari penggunaan zat terlarang dan perilaku buruk lainnya.

Tidak hanya itu, turut dijelaskan langkah-langkah menjadi siswa berprestasi. Cara ini efektif guna menghindari perundungan yang terjadi karena ingin memperoleh suatu pengakuan. Menjadi siswa berprestasi dapat ditempuh dengan giat dalam belajar, aktif di kegiatan sekitar, mengatur waktu dan motivasi yang kuat.

Dukung Satgas Pencegahan dan Penanganan Bullying Sekolah

Kepala Sekolah SMPN 2 Kalipuro, Bowo Pranoto mengapresiasi niat baik para mahasiswa. Beliau menuturkan topik yang disampaikan relevan terhadap siswa SMP memasuki fase remaja awal dan sedang menghadapi pubertas

“Sebagai langkah preventif ya kegiatan ini sangat membantu kami. Kalo perlu kita mengadakan MoU dengan FIKKIA UNAIR karena sebelumnya juga ada sosialisasi serupa terkait pernikahan diri dan hal tersebut juga sejalan dengan angka pernikahan dini yang tinggi di Kecamatan Kalipuro” ungkapnya. 

Sosialisasi di kelas 8C. Foto: Penulis

Beliau menambahkan, saat ini SMPN 2 Kalipuro telah memiliki kebijakan anti-bullying. Terdapat mekanisme pengaduan yang bekerja sama dengan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah tersebut. Kegiatan kampanye secara langsung mendukung kebijakan sekolah menciptakan lingkungan sosial bebas perundungan.

Ketua kelas 8C Muhammad  Rival, turut menyampaikan antusiasmenya. Rival merasa senang karena mendapat mengalaman baru yaitu diajar kakak mahasiswa.

“Materinya sangat bermanfaat, kak. Soalnya relate banget sama kita yang sedang menghadapi masa pubertas juga,” ujarnya. 

Kegiatan kampanye ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan suportif bagi para remaja. Dengan dukungan berbagai pihak, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional, sosial, dan mental.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Well Being.

Penulis: Uni Eska Mahmudi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *