FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

FIKKIA UNAIR Gelar Lomba Mewarnai Nuansa Ramadhan untuk Anak-Anak Civitas Akademik

KABAR FIKKIA Semarak kebersamaan di bulan suci Ramadhan makin terasa. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Lomba Mewarnai Nuansa Ramadhan bagi putra-putri keluarga civitas akademika FIKKIA. Kegiatan berlangsung ceria pada Kamis, (20/03/2025) sore di Aula Kampus Mojo. Lomba mewarnai diikuti oleh 32 peserta anak-anak mulai dari usia 3-12 tahun.

Ketua pelaksana acara, Nur Rahman Ardiansyah, S.Ptk, tujuan utama kegiatan untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga pegawai. Adanya kegiatan mewarnai dapat menjalin kebersamaan, kekompakan, serta menjadi ajang positif anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka dalam seni mewarnai.

Lomba mewarnai nuansa Ramadhan. Sumber: Istimewa

Lomba mewarnai anak dosen dan pegawai merupakan yang pertama kali diselenggarakan di FIKKIA. Menurutnya, agenda seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanalan di bulan Ramadhan berikutnya agar lebih semarak.

“Dengan adanya lomba ini, kami ingin menciptakan suasana Ramadhan yang lebih semarak, tidak hanya bagi pegawai, tetapi juga bagi anak-anak mereka,” tambahnya.

Kategori Peserta dan Konsep Lomba

Lomba dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan usia peserta. Pembagian berdasarkan tingkat kesulitan dalam perlombaan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kelompok usia. Kategori usia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu 3-6 tahun (A), 7-9 tahun (B), dan 10-12 tahun (C). Kompleksitas gambar yang diwarnai juga disesuaikan dengan tingkat kemampuan di tahapan usianya.

“Kami membagi lomba ke dalam tiga kategori agar semua anak dari berbagai rentang usia dapat berpartisipasi dengan nyaman dan mendapatkan tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Dengan demikian, penilaian juri juga dapat dilakukan secara adil dan objektif,” jelas Rahman.

Adapun tema yang diusung dalam perlombaan ini adalah Nuansa Ramadhan, dengan fokus utama pada tempat ibadah, khususnya masjid. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Masjid dianggap sebagai simbol utama bulan Ramadhan yang sangat familiar bagi anak-anak.

Pemenang lomba mewarnai kategori A, B, dan C. Sumber: Istimewa

Panitia sengaja tidak menuliskan nama peserta pada kertas gambar. Hanya ada kode peserta sebagai identitas pemilik gambar. Langkah ini digunakan untuk menjaga agar penilaian berlangsung objektif dan netral. Terdapat tiga juri yang menilai berdasarkan komposisi warna, kecermatan dan ketelitian, serta kerapian dan kebersihan. Setiap kategori usia dipilih gambar terbaik 1 dan terbaik 2 untuk dipilih sebagai pemenang. Selama proses penilaian peserta dan orang tua dapat mengikuti kajian ceria bersama penceramah yang telah disiapkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FIKKIA UNAIR berharap dapat menciptakan momen Ramadhan yang lebih berwarna dan merekatkan kebersamaan sesama keluarga pegawai.

Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *