FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Lebaran is Cheating Day: Jaga Gizi Seimbang Saat Lebaran

KABAR FIKKIA – Senin (18/03/2025), Lebaran merupakan momen berkumpulnya keluarga besar untuk saling berbagi cerita, kebahagian sekaligus merayakan Hari Raya. Pada hari besar tersebut, makanan khas Idul Fitri kerap dihidangkan untuk menyambut seluruh anggota keluarga maupun tamu yang datang. Bersilaturahmi dibarengi dengan bersantap bersama menciptakan suasana yang lebih intim dan mengesankan. Dibalik suka ria lebaran terdapat sesuatu yang sering luput, yaitu kontrol diri. Terutama pada makanan yang tersaji di depan mata.

Septa Indra Puspikawati, S.K.M., M.PH dosen peminatan gizi Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR, membagikan tips menjaga gizi seimbang saat Lebaran. Dalam keterangannya, Septa mengingatkan pentingnya mengontrol pola makan selama perayaan agar kesehatan tetap terjaga setelah sebulan berpuasa.

Septa Indra Puspikawati, S.K.M., M.PH

Beliau berpendapat, pola makan saat puasa yang hanya dua kali sehari, yaitu saat sahur dan berbuka, kerap membuat orang merasa perlu “balas dendam” saat berbuka.

“Biasanya orang cenderung melewatkan sahur karena malas makan pagi-pagi. Ketika berbuka, mereka makan berlebihan dengan hidangan manis seperti es teh manis, sirup, atau kolak. Padahal, seharusnya sahur dan buka tetap mengikuti prinsip Isi Piringku,” jelasnya.

Apa Itu Isi Piringku?

Isi Piringku adalah panduan gizi seimbang yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia untuk membantu masyarakat mengatur asupan nutrisi dalam satu porsi makan. Komposisinya terdiri dari 50% piring berisi sayur dan buah (Sayur sekitar 35% dan buah sekitar 15%) dan 50% piring berisi karbohidrat dan protein.

Panduan Isi Piringku Oleh Kemenkes.

Saat Lebaran, tantangan menjaga pola makan semakin besar. Beragam hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, dan kue kering menggoda siapa saja. Namun, Bu Septa menekankan pentingnya kontrol diri.

“Makanan Lebaran cenderung tinggi lemak dan gula, seperti nastar yang kalorinya setara dengan sepiring nasi. Satu biji nastar mengandung sekitar 40 KKal, dan tiga biji nastar setara dengan seporsi nasi. Oleh karena itu, saat berkunjung ke rumah kerabat, pilih camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan, dan batasi porsi kue kering.” Sarannya.

Adapun salah satu trik memasak hidangan sehat saat lebaran adalah dengan mengurangi penggunaan santan. Banyak studi menyebutkan, santan yang dimasak lama akan berubah menjadi lemak jenuh. Septa Menyarankan menggantinya dengan kemiri atau fiber cream untuk memberikan tekstur yang mirip santan tapi lebih sehat.

Setelah Lebaran, kembali ke pola makan tiga kali sehari dengan porsi seimbang sangat dianjurkan. “Yang bisa mengontrol apa yang kita makan adalah diri kita sendiri. Jika dihadapkan dengan banyak pilihan makanan, cukup cicipi sedikit saja dan jangan berlebihan,” Pesan Septa yang juga Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat FIKKIA.

Dengan menerapkan pola makan yang seimbang sesuai prinsip Isi Piringku, momen lebaran tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. Ingat, sehat itu pilihan, dan pilihan ada di tangan kita!

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *