FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

BEM FIKKIA Wujudkan Kesetaraan Gender dalam Semangat Kartini Melalui Seminar HERvolution

KABAR FIKKIA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Sosial Politik BEM FIKKIA Universitas Airlangga menggelar seminar inspiratif bertajuk HERvolution: Perempuan Tangguh dan Cerdas Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan melalui Kebijakan Inklusif dan Gerakan Feminisme. Seminar berlangsung pada hari Minggu, (20/04/2024) di Aula Kampus Mojo FIKKIA diikuti oleh 48 mahasiswa. Mereka antusias membahas bagaimana perempuan dapat terus maju dan berperan aktif dalam menciptakan perubahan di era moderen ini.

Menghidupkan Semangat Kartini dalam HERvolution

Hari Kartini bukan sekadar perayaan historis, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan dan cita-cita RA Kartini dalam mewujudkan kesetaraan bagi perempuan. Kartini, dengan pemikiran visionernya, memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan di zamannya. Gagasan yang saat itu dianggap tidak biasa dan bertentangan dengan norma sosial. Dalam surat-suratnya, ia menggambarkan harapan bahwa perempuan harus memiliki akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan, kebebasan berpikir, dan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Spirit inilah yang menjadi landasan seminar HERvolution sebuah wadah bagi mahasiswa FIKKIA  untuk memahami bagaimana gerakan feminisme dan kebijakan inklusif dapat menjadi jembatan bagi terciptanya keadilan gender yang lebih luas. Ketika Kartini berjuang di zamannya untuk membuka peluang bagi perempuan, generasi saat ini memiliki tantangan baru yakni  memastikan bahwa kesetaraan bukan hanya sebuah wacana, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita semua tahu bahwa isu kesetaraan gender bukan hal baru, tapi juga bukan hal yang bisa kita anggap selesai. Dengan memahami lebih dalam tentang kesetaraan gender, gerakan feminisme, dan bagaimana peran kita dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif, kita dapat membawa perubahan nyata, sekecil apa pun itu,” ujar Aulia Zahra (Kesmas 2024)

Feminisme Membangun Kesetaraan Bukan Dominasi

Dalam pemaparan materinya, Aurellia Rizka Paramitha Duta Wisata Raki Jawa Timur ini menguraikan esensi feminisme sebagai sebuah gerakan yang tidak bertujuan untuk mendominasi laki-laki, melainkan memperjuangkan kesetaraan bagi semua gender.

Ia menjelaskan bahwa feminisme sering kali disalahpahami sebagai upaya menjadikan perempuan lebih unggul dibanding laki-laki, padahal inti dari gerakan ini adalah keseimbangan kesempatan yang sama untuk semua individu, tanpa diskriminasi gender. Feminisme merupakan perjuangan yang melibatkan semua gender. Laki-laki dapat berperan sebagai sekutu, membantu menghilangkan stigma dan ketidakadilan sistemik yang masih dihadapi perempuan.

Selain memahami konsep teoretis, feminisme harus diterapkan dalam kehidupan sosial. Aurellia mengajak mahasiswa menjadi Kartini Tangguh. Perempuan yang aktif mengadvokasi kesetaraan dan membantu sesama perempuan yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh hak mereka.

Diskusi mahasiswa bersama narasumber. Foto: Istimewa

Vannesa Wahyu KH 2024, menyampaikan pendapatnya mengenai relevansi perjuangan Kartini di era modern.

“Hari Kartini selalu identik dengan perayaan untuk perempuan. RA Kartini telah memperjuangkan emansipasi wanita agar perempuan tidak hanya terbatas pada dapur, tetapi juga memiliki peran dalam mensejahterakan bangsa. ‘Habis Gelap Terbitlah Terang,’ menjadi simbol perjuangan yang terus relevan hingga hari ini,” Ungkap peserta Vanesa (KH 2024)

Seminar HERvolution memberikan mahasiswa FIKKIA wawasan mendalam tentang feminisme dan kesetaraan gender, mendorong mereka untuk berpikir kritis serta mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Dengan semangat Kartini yang dihidupkan dalam diskusi ini, para mahasiswa menjadi bagian dari gerakan yang membawa perubahan nyata.

Penulis: Amalia Sofi Ramadhanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *