FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu Akuakultur Ajak Mahasiswa Pahami Teknik Pembuatan Pakan Mandiri

KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi mengadakan kegiatan kuliah tamu bertema “Self Feeding Technique”. Koordinator Prodi Akuakultur Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si., menyampaikan pentingnya pemahaman teknologi pakan mandiri dalam mendukung ketahanan pangan sektor perikanan. Hadirnya dosen tamu diharapkan menjadi jalinan kerjasama dan upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam penguasaan teknologi dan formulasi pakan perikanan.  Kuliah tamu dihadiri 48 mahasiswa semester 6 yang sedang menempuh mata kuliah managemen pakan pada Rabu (30/04/2025) di ruang zoom.

Pembuatan Pakan Sesuai SOP

Yudho Adhitomo, A.Pi., M.P., dari BPBAT Sungai Gelam Jambi menjadi pembicara pada pagi itu. Penjelasan anggota Independent Feed Working Team tersebut mengulas pentingnya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi pakan ikan. Pada pembuatan pakan ikan, SOP standar yang umum dilakukan meliputi pemilihan bahan baku, penakaran, pencampuran, penepunganm pencetakan, pengeringan, hingga penyimpanan. Memilih bahan baku berkualitas agar pakan dapat memenuhi kebutuhan gizi ikan, sehingga tumbuh optimal. Masak bahan baku terlebih dahulu untuk menghilangkan mikroba patogen dan meningkatkan daya cerna. Pastikan ukuran pakan juga tercetak sesuai usia tumbuh kembang ikan. Menurut Yudho, pemenuhan SOP dari segi kualitas dan prosedur akan mempengaruhi pertumbuhan ikan. Pembudidaya dapat mengeringkan pakan dengan menjemur ataupun dioven agar tahan lama dan tidak mudah berjamur. Tahapan terakhir adalah pengemasan dan penyimpanan pakan di tempat yang kering dan sejuk agar mutu tetap terjaga.

Perhatikan Standar Kadar Air sebelum Disimpan

Tidak kalah penting, Yudho juga menekankan pentingnya evaluasi kualitas dalam produksi pakan ikan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pakan yang dihasilkan memiliki kualitas yang sesuai standar dan aman bagi ikan. Beberapa parameter evaluasi yang harus diperhatikan antara lain kadar air, daya apung, kestabilan di air, dan nilai nutrisi. Pengujian dilakukan secara berkala baik secara fisik, kimia, maupun biologis. Kadar air yang mencapai lebih dari 12% cenderung lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur dan mikroorganisme. Hal ini sangat berpengaruh terhadap masa simpan produk pakan ikan.

Akhir sesi beliau berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis di lapangan. Kuliah tamu ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama narasumber. Kegiatan ini meninggalkan kesan positif dan motivasi kuat bagi peserta untuk terus berkembang.

Penulis: Anakku Karunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *