FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kenalkan TOGA, Mahasiswa Kesmas FIKKIA Ajak Remaja Banyuwangi Minum Jamu

KABAR FIKKIA – Remaja memiliki kecenderungan memilih minuman kekinian dibandingkan jamu tradisional. Padahal, jamu yang dibuat dari tanaman berkhasiat menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan dan ikut mendukung gaya hidup sehat. Menumbuhkan kembali kesadaran tersebut,  empat mahasiswi dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga melakukan edukasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Kamis (08/05/2025) di Aula SMP Negeri 2 Banyuwangi

Edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sumber: Istimewa

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat TOGA kepada 29 siswa perwakilan OSIS kelas 7 dan 8. Terutama tanaman tanaman disekitar, yang mudah ditemui di dapur rumah. Edukasi selaras dengan Permen LHK No. 52 Tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Dalam penerapannya SMPN 2 Banyuwangi telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi pada tahun 2024.

“Disini kami mengajak adik-adik untuk menjadikan TOGA sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Mengolah TOGA dan mengonsumsi jamu untuk minuman sehari hari yang menyegarkan.” Ucap Erlina saat membuka acara.

Mengenal Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Konsep Tanaman Obat Keluarga telah dikenalkan pada era 1980-an oleh pemerintah, sebagai langkah promosi kemandirian kesehatan keluarga. Mahasiswa memberikan edukasi pengenalan, ciri-ciri TOGA, manfaat kesehatan, dan berbagai jenis tanaman TOGA yang umum dijumpai. Peserta menunjukkan antusiasme dan aktif menjawab pertanyaan seperti “Apa itu TOGA?”, “Apakah di rumah ada yang menanam TOGA?”, para siswa dapat menyebutkan manfaat TOGA bagi kesehatan. Siswa dan mahasiswa turut berbagi pengalaman pribadi seperti meminum jamu dan minuman herbal di rumah. Sebelum sesi ditutup, peserta mendapat  paket wedang uwuh siap seduh,  serta pamflet informatif berisi manfaat TOGA dan panduan menanamnya secara praktis di rumah.

Siswa berbagi cerita pengalaman minumm jamu. Sumber: Istimewa

Menuju penghujung kegiatan, dilakukan penanaman TOGA secara simbolis di mini. Peserta dan panitia bersama sama menanam 10 polibag sereh. Tanaman sereh dipilih karena mudah dibudidayakan dan dimanfaatkan. Selain dikenal sebagai bahan alami untuk minuman herbal, sereh juga efektif dalam menghalau nyamuk dan mencegah perkembangbiakannya. Sehingga dapat mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah. Kegiatan penanaman ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi sekolah dalam membudayakan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat karakter adiwiyata yang peduli terhadap kesehatan dan kelestarian alam.

Penanaman sereh di mini garden SMPN 2 Banyuwangi. Sumber: Istimewa

Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi Dewi Astuti, MPd. mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan Prodi Kesmas FIKKIA. Ia berharap siswa dapat merawat dan menjaga sereh yang telah ditanam.

“Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat dan dijaga, karena seperti halnya anak didik yang belajar dengan tekun pasti akan menuai hasil yang memuaskan, begitu juga dengan tanaman TOGA ini. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya akan sangat terasa,” ujar Ibu Dewi.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan poin ke-4 Quality Education

Penulis: Putri Erlina Aulia Sasdi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *