KABAR FIKKIA — Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan tertata rapi merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman serta mendukung prestasi siswa. Kesadaran akan pentingnya kualitas lingkungan sekolah dan sebagai bentuk pelaksanaan program pengabdian masyarakat dan penelitian lapangan mendorong dilaksanakannya survei oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) di SMA Negeri 1 Glagah pada 8-9 Mei 2025.
Kegiatan survei ini dilakukan oleh 4 orang mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR semester 4 yang terdiri dari Naila Nurul Rahmah, Putri Aprilia Fatjrin, Annisa Dwi Cahyani, dan Satria Farrely Ardiansyah.

Tujuan kegiatan adalah untuk menilai kondisi lingkungan fisik sekolah serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar. Aspek yang disurvei meliputi kebersihan ruang kelas, sanitasi, pengelolaan limbah, pencahayaan, ventilasi, serta kondisi ruang terbuka hijau di lingkungan sekolah. Penilaian disesuaikan dengan standar kesehatan sekolah yang mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah.

Kegiatan ini disambut positif oleh pihak sekolah SMA Negeri 1 Glagah, menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa FIKKIA UNAIR.
“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi semacam ini. Semoga hasil survei ini bisa membantu kami dalam mengevaluasi lingkungan sekolah dan menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, kami” ungkapnya.
Selama kegiatan, para mahasiswa juga berinteraksi dengan warga sekolah melalui observasi lapangan dan wawancara kepada petugas terkait untuk mendapatkan informasi lebih detail. Hasil survei yang kami lakukan membuktikan bahwa SMA Negeri 1 Glagah memenuhi standar kualitas lingkungan dengan skor akhir 2,8/3. Angka tersebut menunjukkan 93,3% sekolah tersebut masuk kategori sangat layak sebagai tempat belajar.
Hasil yang diperoleh disampaikan kepada pihak sekolah dalam bentuk laporan serta rekomendasi praktis agar dapat menjadi referensi perbaikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being
Penulis : Putri Aprilia Fatjrin
Editor: Avicena C. Nisa
