KABAR FIKKIA – Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) menjadi salah satu keterampilan dasar medis untuk menyelamatkan nyawa seseorang dalam situasi darurat. Ketika seseorang mengalami henti jantung, aliran darah, maupun oksigen ke otak dan organ tubuh lain terhenti. Tanpa adanya oksigen akan dapat menyebabkan kerusakan permanen dalam waktu singkat. CPR membantu mengembalikan sirkulasi darah dengan memberikan tekanan dada dan pernapasan buatan. Fungsi vital tubuh akan bertahan hingga bantuan medis profesional datang.

Dosen Kedokteran FIKKIA, dr. Kurnia Alisaputri., Sp.PD. mengatakan seseorang dalam kondisi henti jantung yang mengalami kehilangan kesadaran dan tanpa denyut nadi maupun nafas harus segera mendapatkan tindakan CPR. Kondisi ini dapat terjadi mendadak yang dikenal dengan istilah sudden cardiac arrest yang sering ditemukan pada pasien penyakit jantung. Henti jantung dapat diprediksi pada kondisi medis pasien yang melemah secara gradual. Misal tenggelam, keracunan toksin, kecelakaan berat, hipoksia berat, kelainan metabolik berat , dehidrasi berat, kelainan jantung, ataupun hipotermia berat.
Kemampuan Dasar yang Harus Dimiliki Tiap Orang
Setiap orang disarankan untuk dapat melakukan CPR dalam kondisi darurat karena CPR dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis. Orang awam yang tidak terlatih tidak perlu memberikan bantuan nafas. Cukup CPR atau kompresi dada saja. Kecepatan bertindak sangat penting, karena tiap detik menit pada pasien henti jantung sangat berharga. Pada pasien henti jantung atau hipotermia yang mendadak, setiap detik yang berlalu saat seseorang membutuhkan CPR sangat penting. Keterlambatan pemberian CPR 1 menit memiliki tingkat keberhasilan 98%. Terlambat pemberian CPR 3 menit, tingkat keberhasilan turun menjadi 50%. Dan keterlambatan 10 menit, tingkat keberhasilan menjadi hanya 1%. Segera panggil bantuan, berikan kompresi dada yang cepat dan dalam, minimalisir interupsi atau jeda dalam kompresi dada. Dan yang terpenting adalah tetap tenang dan sabar.
Tata Cara Pemberian CPR
Pertama, periksa respons dengan memanggil atau menggoyangkan tubuh pasien. Jika tidak ada respons, segera panggil bantuan medis atau minta seseorang untuk menelepon 118 atau nomor darurat kesehatan lokal. Kedua periksa pernapasan dengan melihat gerakan bagian dada. Kita juga dapat mendekatkan pipi ke mulut korban untuk mendengar dan merasakan napas. Jika korban tidak bernapas, segera lanjutkan berikan CPR.

Untuk orang awam, tidak perlu cek nadi sebelum melakukan kompresi dada, cukup pastikan pasien tidak respon dengan tidak ada nafas atau nafas terputus-putus (gasping). Ketiga yaitu pemberian kompresi dada melalui CPR. Letakkan telapak tangan di tengah dada korban. Letakkan tangan lainnya di atas tangan yang pertama, dan rapatkan siku. Lakukan kompresi dengan menekan dada korban sekitar 5-6 cm dalam dengan kecepatan sekitar 100-120 kompresi per menit. Pastikan dada korban kembali ke posisi semula setelah setiap kompresi. Lanjutkan CPR hingga muncul tanda-tanda perbaikan fisiologis. Seperti korban mulai bernapas normal atau sadar kembali, atau sampai bantuan medis datang, Jika Anda sudah lelah atau tidak bisa melanjutkan, cobalah untuk bergantian dengan orang lain.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
