KABAR FIKKIA – Sepuluh mahasiswa delegasi Prodi Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR turut serta dalam Seminar Nasional Rothschildi 2025 yang digelar di Universitas Udayana, Bali. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, (10/05/2025) ini menghadirkan seminar, workshop, dan gathering sebagai rangkaian acara. Delegasi FIKKIA UNAIR terdiri dari lima anggota Ikatan Minat Veteriner WLAC dan lima pengurus inti Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH). Mereka terlibat aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari seminar, workshop praktik cara memelihara ular, hingga gathering yang diisi dengan hiburan dan mempererat kebersamaan antar peserta.
Selama seminar, para delegasi tidak hanya mendengarkan materi. Peserta memberikan saran, masukan, dan sanggahan pada sesi diskusi, terutama terkait topik venom dan penanganan gigitan ular. Mereka juga berperan sebagai delegasi resmi UNAIR, mewakili universitas dalam forum nasional yang membahas isu konservasi dan kesehatan hewan reptil.
Menggali Ilmu Konservasi dan Penanganan Ular Liar
Seminar dibuka dengan tari Cendrawasih yang memukau para peserta. Acara dilanjutkan dengan dua sesi materi utama. Materi pertama berjudul “Dive into the World of Snakes” disampaikan oleh Mr. Ron dari Bali Snake Patrol. Relawan yang aktif dalam konservasi ular. Ia mengungkapkan bahwa manusia telah berinteraksi dengan ular sejak abad ke-19, seperti tertulis dalam buku The Malay Archipelago karya A.R. Wallace pada tahun 1857. Mr. Ron juga memaparkan bahwa Bali memiliki hampir 50 jenis ular dan membawa beberapa ular serta alat penangkap ular sebagai bagian dari presentasinya.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Tri Maharani dengan topik “Decoding Venom: Risks, Remedies, and Discoveries.” Dalam sesi ini, dr. Tri menegaskan bahwa penanganan gigitan ular di Indonesia masih belum sepenuhnya tepat dan memperkenalkan program anti-keracunan yang dikembangkan bersama Kementerian Perdagangan. Program ini bertujuan meningkatkan penanganan kasus gigitan ular secara efektif di Indonesia.

Keterlibatan aktif delegasi FIKKIA UNAIR dalam Seminar Nasional Rothschildi 2025 ini menegaskan komitmen fakultas dalam memperluas wawasan serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran hewan, khususnya di bidang satwa liar dan reptil. Kegiatan ini juga menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar mahasiswa kedokteran hewan dari berbagai universitas di Indonesia.
Dengan pengalaman yang didapat, delegasi FIKKIA UNAIR siap mengimplementasikan ilmu dan jaringan yang diperoleh demi kemajuan fakultas dan pengembangan profesi kedokteran hewan di tanah air.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land
Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
