KABAR FIKKIA – Memasuki sepertiga masa kepengurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Upgrading x Internalisasi pada 3–4 Mei 2025. Bertempat di Villa Gabriel, Licin, Banyuwangi, kegiatan diprakarsai oleh Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM). Rapat kerja diikuti oleh 40 pengurus aktif BEM FIKKIA UNAIR 2025 Kabinet Cakrawala.
Dengan mengangkat tema “Sinergi dalam Kebersamaan, Membangun Kepemimpinan yang Progresif bagi Pengurus BEM FIKKIA Melalui Upgrading dan Malam Keakraban”, acara ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas individu sekaligus membangun kekompakan dalam tubuh organisasi.
Penguatan Organisasi yang Progresif dan Konsisten
Arif Habib Fasya, S.Pi., M.P., pembina BEM FIKKIA UNAIR Banyuwangi, hadir sebagai pemateri. Dosen Akuakultur FIKKIA tersebut membawakan materi penguatan struktur organisasi, komunikasi efektif, serta nilai-nilai kepemimpinan kolaboratif.
“Kepemimpinan yang progresif lahir dari komunikasi yang terbuka, sinergi tim yang kuat, dan kesadaran terhadap tanggung jawab kolektif,” terang beliau dalam sesi penyampaian materi.
Beliau juga menambahkan bahwa komunikasi yang jelas dan struktur organisasi yang rapi merupakan fondasi penting untuk menjaga arah gerak organisasi tetap selaras.
“Kalau struktur sudah kuat, komunikasi lancar, dan semua tahu perannya, organisasi akan bergerak stabil, bahkan di tengah tantangan,” lanjutnya.
Sesi dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berlangsung hangat. Karina, (KH 23) Wakil Sekretaris Jendral PSDM, mengangkat pertanyaan kritis yang memancing refleksi dari peserta lainnya. Ia bertanya bagaimana cara menjaga konsistensi kinerja di sepertiga masa jabatan.
“Apa strategi terbaik untuk mempertahankan semangat itu sampai akhir periode?” tanya Karina dengan serius.
Menanggapi pertanyaan tersebut, pembina yang akrab disapa Fasya tersebut menjawab dengan lugas dan membangun. “Yang paling penting adalah membangun sistem evaluasi yang hidup. Jangan jadikan rapat evaluasi cuma formalitas. Jadikan itu ruang aman untuk bertukar pikiran, memberi apresiasi, dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang,” jawabnya.
Membangun Sense of Belonging Organisasi
Ketua kegiatan, Narendra Athar Setiawan (KH 2024), menuturkan kegiatan ini juga dirancang sebagai momentum kebersamaan untuk memperkuat rasa kepemilikan dan kekeluargaan antar pengurus.
“Kami ingin membentuk lingkungan organisasi yang sehat, suportif, dan mampu tumbuh bersama,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi sesi upgrading, dan diskusi kelompok. Malam keakraban ditutup dengan penampilan antar kementerian. Agar aktivitas yang membakar semangat, seluruh anggota BEM melakukan senam pagi, dan outbound dengan permainan yang menekankan kerja sama dan koordinasi.
Keterlibatan aktif seluruh kementerian dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini. Tidak hanya sebagai peserta, pengurus juga belajar langsung bagaimana membangun sistem kerja tim yang efisien dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, BEM FIKKIA UNAIR berharap dapat menumbuhkan karakter kepemimpinan yang progresif dan kolaboratif. Memperkuat solidaritas internal yang akan menjadi fondasi dalam menjalankan program kerja ke depan.
Penulis: Ryan Adi Taufiqurrahman
Editior: Avicena C. Nisa
