KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi melalui Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan kembali menggelar kegiatan kuliah tamu bertajuk Penyuluhan Veteriner. Acara berlangsung pada Sabtu (17/05/2025) melalui platform Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. Siti Azizah, S.Pt., M.Sos., M.Commun yang merupakan Guru Besar dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
Peran Dokter Hewan Sebagai Sosok Pemimpin
Prof. Siti membawakan materi bertemakan “leadership” atau “kepemimpinan” dengan diikuti oleh mahasiswa semester dua dan empat dari Program Studi Kedokteran Hewan FIKKIA. Lewat kuliah tamu itu akan membekali calon dokter hewan dengan wawasan kepemimpinan yang kuat sebagai bekal menjalani profesi yang penuh tantangan.
“Kepemimpinan merupakan usaha positif untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar tetap bersemangat menjalankan tugas. Bahkan mengubah perilaku ke arah yang lebih baik,” katanya.
Tujuan kepemimpinan bukan sekadar mengarahkan. Tetapi juga membina, memotivasi, dan menginspirasi anggota tim. Kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, harmonis, dan produktif. Prof. Siti juga menekankan perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan. Seorang pemimpin adalah individu yang memiliki posisi untuk memimpin, sementara kepemimpinan adalah kemampuan dan tindakan nyata dalam memengaruhi dan membentuk arah suatu kelompok.
Karakter dan Prinsip Dasar Kepemimpinan
Lima karakter utama yang membedakan pemimpin hebat dibandingkan pemimpin biasa adalahh memiliki visi jangka panjang dan mampu melihat jauh ke depan. Pemimpin hebat juga peduli terhadap keseluruhan sistem, tidak hanya unit yang dipimpinnya. Dia juga akan menjunjung tinggi nilai, moral, dan motivasi.
“Mampu membangun relasi sosial yang kuat dan tidak pasrah dengan keadaan dan selalu berorientasi pada perubahan,” tuturnya.
Selain itu, Prof. Siti turut membahas prinsip dasar kepemimpinan yang berkaitan dengan integritas, keadilan, dan tanggung jawab. Setiap pemimpin dapat memiliki gaya kepemimpinan sangat yang bervariasi. Mulai dari gaya otoriter, partisipatif, hingga transformasional dengan memiliki keunggulan tergantung situasi dan konteks yang dihadapi.
Implementasi kepemimpinan dalam dunia dokter hewan sangat diperlukan. Seorang dokter hewan harus mampu memimpin dalam berbagai bidang, baik dalam manajemen klinik, penanganan krisis penyakit zoonosis, pengabdian masyarakat, hingga riset kolaboratif lintas sektor. Kepemimpinan menjadi elemen penting dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan secara menyeluruh sesuai konsep One Health.
Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman
Editor: Tasya Ramadhan
