KABAR FIKKIA – Komikat Kerohanian Islam (KKI) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi sukeses menggelar kajian kampus yang inspiratif dan menyentuh jiwa. Kegiatan tersebut mengambil tajuk“Mahasiswa Beriman: Membangun Keimanan di Tengah Tantangan Kampus“ yang berlangsung Sabtu (17/5/2025) bertempat di ruang G201, Kampus Giri UNAIR Banyuwangi. Kajian juga menghadirkan Ustadz Taufikurrohman, S.Pd.I, seorang dai muda yang dikenal dengan penyampaian yang lembut namun menyentuh nurani.
Teguhkan Iman Mahasiswa
Mengangkat isu krusial seputar naik turunnya iman mahasiswa di tengah padatnya kuliah, organisasi, hingga tekanan sosial, Ustadz Taufikurrohman mengajak mahasiswa merenungi kembali hakikat kehidupan. Dalam kajian ini, tercatat ada enam poin penting yang dapat menjadi Pelajaran hidup. Pertama, manusia harus memahami singkatnya kehidupan dunia. Kehidupan menjadi sebuah fase sementara yang seringkali dilupakan karena sibuk mengejar dunia. Kedua, Tahapan kehidupan manusia mulai dari kelahiran, masa muda, dewasa, hingga kematian, yang seluruhnya telah ditentukan oleh Allah SWT melalui qodo dan qadar.
Ketiga, Kematian tidak menunggu usia tua. Sebab ajal bisa datang kapan saja, tidak memandang status, usia, atau kesibukan seseorang. Keempat, Kekeliruan merasa hidup masih lama membuat manusia cenderung lengah dan menunda amal karena merasa punya banyak waktu. Kelima, Pentingnya berpikir dan berhati-hati, karena mahasiswa sebagai agen perubahan perlu senantiasa introspeksi dan menjaga hubungan dengan Allah.
Melalui Hadis Riwayat Ahmad R.A yang menyatakan bahwa “Orang yang cerdas adalah yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.” Hadirs tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk senantiasa menuntut ilmu sambil mencari keberkahan akhirat. Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini disambut antusias oleh peserta mahasiswa dari berbagai program studi. Suasana penuh khidmat dan semangat keilmuan menyelimuti forum. KKI sebagai penyelenggara juga memberikan beberapa catatan penting kepada peserta seperti berpakaian menutup aurat, membawa alat tulis, serta botol minum pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap adab dan lingkungan.
Kajian ini menjadi momen recharge ruhani sekaligus ajang memperkuat ukhuwah antar mahasiswa muslim di lingkungan kampus. Peserta yang hadir tak hanya pulang dengan catatan materi, tetapi juga membawa pulang motivasi untuk menjadi mahasiswa yang lebih baik, tidak hanya cerdas secara akademik namun juga kuat secara spiritual. Bagi yang belum sempat hadir, KKI membuka kesempatan untuk mengikuti agenda serupa di kesempatan berikutnya. Informasi lengkap dan pendaftaran kajian dapat diakses melalui Instagram @kki_unairbwi atau menghubungi kontak panitia di 082287561620.
Jangan datang sendiri, ajak temanmu! Karena iman butuh lingkungan yang baik untuk terus tumbuh.
Penulis : Ibnu Sadidan Fil Iman
Editor: Tasya Ramadhan
