KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi menggelar kegiatan kuliah tamu dengan tema “Pembuatan Peta Penelitian Menggunakan Aplikasi ArcGIS”. Kegiatan menghadirkan narasumber Dedi Irawan, S.Si., M.Si.,. Beliau adalah seorang ahli sistem informasi geografi berpengalaman yang berasal dari Universitas Trunojoyo Madura. Kuliah tamu diikuti oleh 50 mahasiswa akuakultur semester 6 pada Senin (26/5/2025) di Kelas G 204 Kampus Giri FIKKIA.
Kuliah tamu bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dalam membuat peta spasial sebagai bagian dari penelitian di bidang akuakultur. Dalam pembelajaran di kelas, mahasiswa seringkali memahami pentingnya lokasi dan kondisi geografis. Namun, kemampuan untuk memvisualisasikan data spasial secara digital masih menjadi tantangan tersendiri.
Pahami Kegunaan Aplikasi SIG
Dedi menjelaskan dasar-dasar penggunaan perangkat lunak SIstem Informasi Geografis (SIG). Salah satu aplikasi yang sering digunakan adalah ArcGIS. Mulai dari pengenalan antarmuka, pengolahan data spasial, hingga cara menyusun layout peta yang informatif dan sesuai standar penelitian. Ia juga membagikan pengalamannya dalam membuat peta lokasi tambak, zonasi kualitas air, serta pemetaan sebaran penyakit ikan berdasarkan data lapangan.

ArcGIS memungkinkan pemetaan dan analisis spasial terhadap wilayah perairan, seperti lokasi penangkapan ikan, sebaran habitat ikan. Dengan teknologi ini, kita dapat mengidentifikasi daerah penangkapan ikan yang produktif sekaligus memantau daerah yang terancam overfishing atau kerusakan ekosistem. Selain itu, ArcGIS juga digunakan untuk memetakan jalur migrasi ikan, membantu dalam perencanaan kawasan konservasi laut, dan memprediksi perubahan populasi ikan berdasarkan faktor lingkungan. Integrasi data satelit, drone, dan sensor bawah air dengan ArcGIS memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat, sehingga mendukung praktik perikanan yang ramah lingkungan dan ekonomis.
“ArcGIS bukan hanya alat bantu visualisasi, tetapi juga alat analisis yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan berbasis spasial di bidang akuakultur,” jelas Bapak Dedi di hadapan peserta.
Penerapan SIG Bidang Akuakultur
Mahasiswa tidak hanya menyimak teori, tetapi langsung mendapatkan ilmu baru dengan mempraktikkan pembuatan peta melalui sesi hands-on. Dengan menggunakan data simulasi, mahasiswa belajar langkah-langkah input data, digitasi peta, hingga melakukan klasifikasi dan simbolisasi spasial. Kegiatan ini mendorong mereka untuk memahami hubungan antara data geografis dan dinamika lingkungan budidaya.
Salah satu mahasiswa peserta, Bagus Hidayatullah, mengaku terbantu dengan materi yang disampaikan. “Saya jadi lebih percaya diri untuk membuat peta lokasi penelitian skripsi saya. Biasanya saya hanya pakai Google Maps, sekarang jadi tahu cara menyusun peta ilmiah yang akurat,” ujarnya.
Dosen Metodologi Penelitian Suciyono S. St. Pi., M.P, pemahaman SIG sangat penting untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir yang berbasis data lapangan dan spasial. Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Akuakultur dapat meningkatkan kompetensi dalam pemetaan dan analisis spasial, serta lebih siap dalam menghadapi tantangan penelitian di bidang kelautan dan perikanan.
Penulis: Anakku Karunia Pertama Henri Hariyanto
Editor: Avicena C. Nisa
