KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi mendapatkan pengarahan lanjutan implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE). Kegiatan berlangsung secara daring melalui zoom meeting pada 5 Mei 2025. Hadir Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS.(K) (Wakil Dekan Bidang Akademik FIKKIA, Muhammad Nazmuddin, dr., M.Sc. (KPS S1 Kedokteran), Bodhi Agustono, drh., M.Si. (KPS S1 Kedokteran Hewan FIKKIA), Darmawan Setiabudi, S. Pi., M.Si. (S1 Akuakultur), Ratih Novita Praja, drh., M.Si. (KPS PPFH FIKKIA), dan Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si. (Gugus Penjaminan Mutu FIKKIA). Turut hadir sebagai pemateri yaitu Prof. Dr. I Made Narsa SE., M.Si., Ak., CA. selaku Direktur Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Universitas Airlangga) Universitas Airlangga
Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)
Kurikulum OBE memiliki kelebihan signifikan dalam implementasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, fokus pembelajaran tidak hanya pada transfer pengetahuan, tetapi lebih pada pencapaian kompetensi nyata yang relevan dengan dunia kerja dan kondisi sosial. Kurikulum disusun berdasarkan hasil yang diharapkan dari lulusan, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan keterampilan profesional yang langsung dapat diterapkan dalam konteks masyarakat. Salah satu keunggulan OBE adalah kemampuannya untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Materi ajar dan metode pembelajaran dirancang agar mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi masyarakat dan merancang solusi yang tepat. Ini sangat penting terutama dalam bidang kesehatan, kedokteran, dan ilmu alam, di mana tantangan di lapangan seringkali kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisipliner.

Selain itu, OBE mendorong kolaborasi lintas bidang dan pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga diterjunkan langsung ke masyarakat melalui kegiatan seperti praktik lapangan, pengabdian masyarakat, atau program inter-professional education (IPE). Melalui keterlibatan langsung ini, mereka dapat mengembangkan empati, kepemimpinan, dan kepekaan terhadap konteks sosial budaya. Kurikulum OBE juga memberikan ruang untuk evaluasi berkelanjutan berdasarkan capaian pembelajaran. Hal ini membuat institusi pendidikan lebih responsif dalam melakukan revisi kurikulum agar selalu relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Universitas Airlangga secara resmi telah menggunakan kurikulum OBE pada beberapa program studi secara berjenjang sejak tahun 2021. DIPP UNAIR selaku pengembang kurikulum universitas telah memberikan template untuk kurikulum OBE bagi seluruh program studi yang ada. Dengan demikian, implementasi kurikulum OBE memberi nilai tambah besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor : Jasmine
