FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

SEHATI di Desa Banjar, Mahasiswa UNAIR Ajak Masyarakat Waspada Hipertensi Dini

KABAR FIKKIA – Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Jantung dan Stroke (P3JS) merupakan salah satu mata kuliah penting bagi mahasiswa peminatan Epidemiologi di Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR. Mata kuliah ini menekankan pada upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian utama di Indonesia, seperti jantung dan stroke.

Kelompok 2 dari mata kuliah P3JS menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk SEHATI (Sehat Tanpa Hipertensi) sebagai bentuk implementasi pembelajaran. Sosialisasi seputar hipertensi dilakukan pada 30 ibu ibu kader kesehatan dan PKK dari empat Dusun di Desa Banjar. Kegiatan dilaksanakan Selasa (02/05/2025) di Balai Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Edukasi Bahaya Hipertensi

Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya hipertensi sebagai silent killer. Penyakit yang sering kali tidak menunjukkan gejala tetapi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Edukasi ini juga difokuskan pada pencegahan sejak dini melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Data dari Puskesmas Licin menunjukkan bahwa kasus hipertensi di Desa Banjar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023 tercatat 119 kasus, dan naik menjadi 129 kasus pada 2024. Kondisi ini menunjukkan hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi serius, termasuk edukasi publik dan penguatan deteksi dini.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyampaikan materi seputar hipertensi. Mencakup pengertian hipertensi, epidemiologi global dan nasional, faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi, gejala awal, komplikasi. Upaya pencegahan dengan pendekatan GAGAH (Gizi cukup dan seimbang, Aktif bergerak, Gula Garam Lemak dibatasi, Awasi tekanan darah berkala, & Hidupkan kebiasaan sehat) juga dikenalkan. Masyarakat pun antusias mengikuti pemeriksaan tekanan darah secara langsung yang dilakukan oleh mahasiswa.

Salah satu peserta melakukan pemeriksaan tekanan darah. Sumber: Istimewa

Muhammad Ridwan (KESMAS 22) mengungkapkan, keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebagai penyampai materi. Lebih dari itu, juga sebagai fasilitator dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendengar, tapi juga langsung mempraktikkan dan menyadari pentingnya memantau tekanan darah secara berkala,” ujarnya.

Respon masyarakat sangat positif. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan mencatat informasi penting selama sosialisasi berlangsung. Warga berharap sosialisasi yang diberikan menjadi langkah awal dalam menekan peningkatan angka hipertensi di Desa Banjar.

“Adanya ibu-ibu disini menjadi langkah awal, menularkan pengetahuan hipertensi kepada ibu lain yang belum bisa hadir. Jadi, pendekatan GAGAH yang disampaikan mahasiswa dapat dipraktikkan di rumah. Sehingga berdampak menurunkan angka hipertensi tiap tahunnya,” tutur Sunandi Kepala Desa Banjar.

Dengan semangat SEHATI, masyarakat diajak bersama-sama mewujudkan hidup sehat tanpa hipertensi.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan ke-17 Partnerships for the Goals.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *