FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Safari Kolaborasi BEM FIKKIA UNAIR dan BEM FK-KMK UGM Perkuat Sinergi Organisasi Mahasiswa

KABAR FIKKIA – Safari Kolaborasi BEM FIKKIA UNAIR dan BEM FK-KMK UGM sukses digelar di Gedung Bambang Soetarso, Universitas Gadjah Mada. Pertemuan bertemakan “Membangun Sinergi, Menjalin Relasi, Tumbuhkan Semangat Organisasi yang Nyata” dilaksanakan pada Minggu (29/06/2025) oleh 40 mahasiswa pengurus BEM FK-KMK dan FIKKIA periode 2025/2026. Kunjungan BEM FIKKIA ke UGM pagi itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan manajemen kepengurusan, inovasi program kerja, serta pengelolaan media antar organisasi mahasiswa. Adanya pertukaran informasi dan diskusi intens, diharapkan pengurus BEM FIKKIA dan BEM FK-KMK UGM dapat saling menginspirasi dan meningkatkan kinerja organisasi masing-masing.

Diskusi Presiden BEM FIKKIA UNAIR (kiri) bersama Presien dan Sekjend BEM FK-KMK UGM. Foto: BEM FIKKIA

Ketua Pelaksana Hanna Satira (KESMAS 24) menyampaikan, safari kolaborasi menjadi wadah untuk saling belajar dan mempererat sinergi antar BEM. Senada dengan itu, Meyca selaku perwakilan BEM FK-KMK menambahkan, kehadiran BEM FIKKIA menambah jangkauan relasi untuk kemajuan organisasi.

“Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dan produktif.” Ungkap mahasiswa keperawatan UGM itu.

Diskusi Strategi Program Kerja dan Tantangan Organisasi

Inti dalam sesi diskusi sharing program kerja di setiap kementerian adalah pertukaran pengalaman secara mendalam terkait teknis pelaksanaan program kerja. Masing –masing BEM mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta solusi yang telah diterapkan. Pada aspek teknis, setiap kementerian memaparkan alur dan strategi pelaksanaan program kerja unggulan mereka.

Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dari kedua BEM berbagi tentang mekanisme sistem kaderisasi, hingga metode monitoring evaluasi kinerja pengurus. Kementerian Sosial dan Pengabdian Masyarakat mendiskusikan teknis pelaksanaan kegiatan sosial. Mulai dari tahap perencanaan, penggalangan dana, hingga pelaporan dan publikasi hasil kegiatan.

Dalam diskusi, teridentifikasi beberapa kendala yang umum dialami. Kendala yang paling umum ditemui adalah keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal akademik, rendahnya partisipasi anggota, manajemen media sosial organisasi. Selain itu, beberapa kementerian juga menghadapi kendala dalam menjalin kerja sama eksternal dan menjaga kesinambungan program kerja tahunan.

Dengan terselenggaranya Safari Kolaborasi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat, tercipta inovasi baru dalam program kerja, serta semakin kuatnya sinergi dan kinerja antara kedua organisasi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun jejaring yang lebih luas dan kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan bersama.

Penulis: Tifanny Beladin Wana Firdaus

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *