FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Ikuti BBK Internasional, UKM Konservasi FIKKIA Kenalkan Jamu Modern Berbasis Tanaman Liar

KABAR FIKKIA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Konservasi dan Pecinta Alam (KPA) FIKKIA UNAIR kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian alam dan inovasi produk berbasis kearifan lokal. Berangkat dari riset sederhana yang dilakukan secara mandiri oleh anggota UKM KPA terhadap berbagai jenis tanaman herbal lokal. Bunga telang, rosella, dan Selaginella sp. (cakar ayam) yang tumbuh subur di Banyuwangi, memotifasi mahasiswa FIKKIA menggali khasiatnya.

Riset ini mencakup identifikasi manfaat farmakologis, teknik budidaya, serta uji coba formulasi produk jamu yang menarik dan fungsional. Jamu tersebut berhasil di sajikan dikegiatan Community Program Telonéa Workshop & Exhibition (LENTERA) pada Jumat (01/08/2025) di Dewan Persidangan 1, Universiti Malaysia Terengganu Convention Centre (UMTCC). Sementara inovasi minyak telon herbal “Telonéa” merupakan hasil kolaborasi mahasiswa lintas bidang dari Universitas Airlangga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Belajar Bersama Komunitas (BBK) hasil kolaborasi antara UNAIR dan Universitas Malaysia Terengganu (UMT).

Dipandu oleh Tanthia Anastasya Putri dan Adam Rizqi Arazi, workshop ini mengangkat dua subtema utama. Pertama adalah sesi “Telonéa”, minyak telon herbal modern hasil inovasi mahasiswa UNAIR. Minyak pijat baebahan daun asam, asam jawa, dan gula merah. Melalui sesi ini, 33 peserta dari UNAIR dan UMT dibekali keterampilan meracik minyak terapi secara higienis.

Peserta antusias ikut meracik jamu yang sudah disiapkan. Sumber: Istimewa

Subtema kedua dibawakan oleh tim UKM KPA FIKKIA yang terdiri dari Tsalatsa Khairunisa, Adam Rizqi Arazi, Yohana Calista Pratiwi, Nurrelisa Novembita, dan Moh Aulia Huwaiza Efendi. Mereka memperkenalkan tiga varian jamu modern hasil inovasi mahasiswa: jamu bunga telang, rosella, dan Selaginella sp. Ketiganya dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi dan tampilan menarik, menjadikannya lebih ramah bagi generasi muda. Para peserta diajak mengenal langsung tanaman-tanaman bahan jamudan merasakan racikan. Mempelajari proses produksinya dari awal hingga menjadi minuman siap saji yang bisa dinikmati dalam kondisi panas maupun dingin.

“Jamu kini bukan lagi sekadar ramuan pahit. Kami modifikasi tampilannya agar lebih segar, tetap fungsional, dan disukai anak muda,” ujar Nurrelisa Novembita, salah satu anggota UKM KPA.

Kehadiran UKM KPA FIKKIA dalam ajang ini tidak hanya memperluas jejaring internasional Universitas Airlangga. Konservasi alam dapat diwujudkan melalui eksplorasi tanaman lokal dan pengembangan produk bernilai tambah berbasis kearifan tradisional.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *