FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa BBK Internasional UNAIR Belajar Managemen Pengelolaan Komunitas Masyarakat di UMT

KABAR FIKKIA – Melanjutkan rangkaian program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional di Malaysia, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berkesempatan mengikuti sesi pembelajaran bertajuk “Pengenalan kepada Pengelolaan Komunitas” yang berlangsung di Fakulti Perniagaan, Ekonomi dan Pembangunan Sosial (FPEPS), pada Senin (04/08/2025) di Universiti Malaysia Terengganu (UMT).

Sesi dipandu langsung oleh Dr. Norfatiha Oathman. Seorang pakar pembangunan komunitas yang memiliki pengalaman mendampingi banyak program berbasis masyarakat di Malaysia. Dalam paparannya, Dosen FPEPS itu menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengelolaan komunitas, khususnya dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal sejak tahap perencanaan hingga evaluasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang relevan dan bertahan lama.

Penerapan ide dibagi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 8 hingga 9 mahasiswa lintas disiplin. Masing-masing kelompok diberikan kasus nyata yang sering ditemui dalam konteks pembangunan komunitas. Seperti tantangan menjual produk lokal di desa, tingginya urbanisasi akibat minimnya lapangan kerja di kampung, hingga permasalahan banjir yang berulang di kawasan tertentu.

Setiap kelompok diminta mengidentifikasi masalah utama, merumuskan solusi kreatif dan realistis. Proses ini dilakukan secara kolaboratif dengan media kertas manila putih, tempat peserta menggambarkan ide-ide mereka, termasuk kebijakan yang mendukung, aktor/stakeholder yang perlu dilibatkan, serta strategi pendekatan berbasis komunitas.

Diskusi kelompok membuat peta konsep ide dari permasalahan yang diberikan. Sumber: Istimewa

“Setiap individu tidak bisa bekerja sendiri, diperlukannya kerja sama antar stakeholder/ komunitas sehingga terciptanya keselarasan dan kemudahan dalam mencapai tujuan sebuah tim atau organisasi” Ujar Moh. Aulia Huwaiza, peserta dari Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving. Lebih dari itu, mendorong peserta untuk saling bekerja sama, berkomunikasi lintas budaya, dan belajar langsung dari dinamika sosial yang nyata. Salah satu kelompok, misalnya, menangani kasus sulitnya menjual produk desa dan berhasil merumuskan slogan “Usaha Bersama, Untung Bersama” sebagai semangat pemberdayaan kolektif.

Melalui simulasi ini, mahasiswa UNAIR memahami teori pembangunan komunitas, serta belajar memposisikan diri sebagai agen perubahan yang peka terhadap konteks lokal dan budaya tempat mereka berada.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *