KABAR FIKKIA – Jelang dimulainya Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) Gelombang 3 Tahun Ajaran 2025-2026 FIKKIA Universitas Airlangga berikan pembekalan pada 29 calon dokter hewan muda. Pembekalan dilakukan selama 2 hari (7–8/8/2025) di Ruang Sidang Kampus Giri. Kegiatan ini menjadi tahap penting sebelum mahasiswa memasuki masa pendidikan profesi yang menuntut keterampilan praktis di berbagai bidang kedokteran hewan.
Hari pertama dibuka dengan sambutan Dekan FIKKIA, Prof. Soetojo, dr., Sp.U (K), yang menekankan perbedaan pembelajaran di tahap profesi dibandingkan sarjana.
“PPDH berbeda dengan S1. Yang lalu belajar melalui kuliah, sekarang belajar langsung dari pasien. Semua teori diaplikasikan melalui praktik, mulai dari mengetahui urutan pemeriksaan hingga mengecek tanda-tanda vital pasien terlebih dahulu” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Non-Akademik, Dr. Mufasirin, drh., M.Si., menambahkan bahwa sebelum masuk ke stase klinik, mahasiswa akan menjalani tahap pra-klinik yang tidak hanya berlangsung di rumah sakit hewan, tetapi juga di peternakan dan instansi dinas terkait.
Sesi berikutnya diisi oleh KPS PPDH, drh. Ratih Novita Praja, M.Si., yang memaparkan prosedur akademik dan rotasi stase, dilanjutkan oleh drh. Amung Logam Saputro, M.Si., yang membahas peluang dan tantangan profesi dokter hewan.
Etika Akademik dan Ujian Kompetensi
Hari kedua dimulai dengan pembekalan Etika Akademik dan Prosedur UKMPPDH oleh drh. Ratih Novita Praja, M.Si. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab ilmiah selama menjalani studi. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga kerahasiaan pasien, menghormati hak pemilik hewan, dan mematuhi tata tertib akademik. Ia juga menjelaskan bahwa UKMPPDH adalah ujian nasional yang mengukur kompetensi akhir calon dokter hewan. Terdiri dari uji teori berbasis komputer (CBT) dan uji keterampilan klinis (OSCE). Persiapan yang matang sejak awal akan membantu mahasiswa menghadapi ujian ini.
Koordinator PKL PPDH, drh. Bodhi Agustono, M.Si. menjelaskan, sebelum terjun ke lapangan mahasiswa wajib memahami tujuan, target kompetensi, serta prosedur administrasi PKL. Perencanaan yang baik mencakup penentuan lokasi, koordinasi dengan instansi terkait, serta kelengkapan logistik. Evaluasi PKL dilakukan melalui laporan tertulis, presentasi, dan penilaian langsung di lapangan, untuk memastikan setiap mahasiswa mampu mengaplikasikan teori menjadi keterampilan nyata.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan dari drh. Igo Syaiful Ihsan, M.Si., mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan manajemen laboratorium, guna memastikan seluruh mahasiswa siap mengikuti praktik dengan standar keselamatan dan mutu kerja yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan mempersiapkan mahasiswa PPDH Gelombang 3 untuk menghadapi tantangan profesi dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan etika yang kuat.
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa
Editor: Avicena C. Nisa
