KABAR FIKKIA – Universitas Airlangga melalui Satgas PPKPT & Help Center Tingkat fakultas menggelar sosialisasi terhadap mahasiswa baru FIKKIA pada Sabtu (23/08/2025). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan VOD 2025 dan berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Banyuwangi. KPS S1 Kesehatan Masyarakat FIKKIA Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes., hadir sebagai narasumber yang menjelaskan fungsi Help Center.
“Mahasiswa perlu memahami bentuk-bentuk kekerasan,dan peran Help Center dalam mendukung kesejahteraan sivitas akademika.” ujar Jayanti
Ia menjelaskan, kekerasan mencakup tindakan fisik dan verbal yang membahayakan tubuh atau psikologis seseorang. Tindakan tersebut juga dapat menyerang martabat dan kebebasan individu. Ia menambahkan, prinsip pencegahan harus berlandaskan nondiskriminasi, keadilan gender, akuntabilitas, hingga keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa.
Bahaya Kekerasan yang Tak Disadari Mahasiswa
Jayanti menyinggung beberapa contoh kasus aktual yang sering terjadi di lingkungan mahasiswa. Seperti penyalahgunaan media sosial, perilaku yang menimbulkan ketidaknyamanan, hingga normalisasi perilaku seksual bebas. Menurutnya, hal-hal tersebut dapat berpotensi menjadi bentuk kekerasan apabila dibiarkan.
Keberadaan Help Center Airlangga Peduli juga berfungsi sebagai tempat mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk berbagi permasalahan non-akademik. Help Center hadir untuk menjadi teman bicara yang profesional, penuh empati, serta menjaga kerahasiaan konseling
“Tujuan akhirnya adalah mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu tanpa hambatan serius, baik akademik maupun non-akademik,” ungkap Jayanti.
Dalam sesi diskusi, Ria (MED 25) menanyakan soal mahasiswa laki-laki yang berpenampilan seperti lawan jenis atau mengidentifikasi diri sebagai LGBT.
Jayanti menilai, isu tersebut memerlukan pendekatan yang hati-hati
“Perlu dimoderasi dan diarahkan. Konseling di Help Center bisa membantu memahami penyebab perilaku tersebut,” katanya
Monica (AKUA 25), salah satu peserta kegiatan, mengaku mendapat banyak wawasan.
“Kami jadi tahu bagaimana bersikap agar tidak merugikan orang lain, dan ke mana harus mencari bantuan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan peduli terhadap kesejahteraan seluruh sivitas akademika.
Penulis: Nirmala Sagita
Editor: Avicena C. Nisa
