
Mastitis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada kambing perah dan berdampak signifikan dalam menurunkan produksi susu. Deksametason sering digunakan dalam terapi mastitis, namun penggunaan berlebih dapat memicu stres oksidatif, menghambat perkembangan folikel, serta mengganggu fungsi reproduksi.
Selain itu, stres akibat mastitis juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dan menurunkan sekresi luteinizing hormone (LH). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian deksametason terhadap kadar LH dan kortisol pada kambing perah yang mengalami mastitis subklinis.
Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap ini menggunakan 20 ekor kambing perah yang dibagi dalam lima kelompok. Kelompok kontrol negatif (C–) diberikan NaCl fisiologis 0,9%, kontrol positif (C+) diberikan Flunixin Meglumine® 1,5 mg/kgBB, sedangkan kelompok perlakuan diberi deksametason secara intramuskular dengan dosis 0,04 mg/kgBB (T1), 0,1 mg/kgBB (T2), dan 0,12 mg/kgBB (T3) selama lima hari berturut-turut.
Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena jugularis pada hari keenam, kemudian kadar LH dan kortisol diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian deksametason menyebabkan peningkatan kadar kortisol secara dosis-respons disertai penurunan signifikan kadar LH dibandingkan kontrol.
Disimpulkan bahwa pemberian deksametason berulang pada kambing perah dengan mastitis subklinis meningkatkan kadar kortisol sekaligus menekan sekresi LH, sehingga berpotensi menurunkan performa reproduksi.
Baca artikel lengkap di sini
Penulis: Amung Logam Saputro, drh., M.Si
Infografik: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
