KABAR FIKKIA — Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1447 H, Komikat Kerohanian Islam (KKI) FIKKIA Universitas Airlangga menyelenggarakan acara Maulid Nabi yang berlangsung di Aula, Kampus Mojo, pada Senin (29/9/2025). Kegiatan dihadiri oleh 101 civitas akademik serta tamu undangan dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Kajian dibuka dengan lantunan ayat suci Al-quran dari Qoudurin Muhajjalin (MED 25) dan sholawat dari tim banjari KKI FIKKIA
Ketua pelaksana, Siti Jubaida (KH 23), dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid nabi bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa muslim FIKKIA kepada Nabi Muhammad sebagai tauladan umat muslim.
“Mahasiswa muslim harus memiliki pegangan yang kuat agar tidak terbawa arus akhir zaman. Mencintai dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Siti juga menekankan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW adalah fondasi utama dalam membentuk karakter mahasiswa muslim yang tangguh, berintegritas, dan mampu menyikapi perkembangan dunia dengan bijak.
Enam Kewajiban Umat terhadap Rasulullah
Acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Ahmad Dibyan. Ia menekankan enam kewajiban utama umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW. Kewajiban tersebut akan terasa ringan dikerjakan apabila dilandasi dengan rasa cinta terhadap Rasulullah. Kewajiban tersebut diantaranya mengimani, mencintai, menaati, meneladani, menghormati, dan senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Shalawat adalah bentuk cinta dan penghormatan, serta menjadi bagian dari ibadah yang diperintahkan Allah dan para malaikat.” Jelas Ustadz Dibyan.

Menurutnya, saat ini telah banyak kecohan yang mengalihkan fokus generasi islami. Mengaburkan dosa dan kemaksiatan sebagai sesuatu yang diterima di tengah masyarakat. Gangguan akhlak seperti ini yang harus diwaspadai, bahkan dihindari. Mengingat Rasulullah sebagai teladan umat memiliki akhlak yang sempurna.
Tradisi Endog-Endogan Penutup Perayaan Maulid
Sebagai penutup, acara Maulid Nabi dimeriahkan dengan tradisi khas Banyuwangi, yaitu endog-endogan. Tradisi ini turun temurun dilakukan masyarakat yang kaya makna. Telur yang digunakan dalam tradisi ini memiliki tiga lapisan makna.
Kulit telur melambangkan Islam sebagai agama yang membungkus dan melindungi. Putih telur melambangkan iman, yakni keyakinan dan ketaatan kepada Allah SWT. Kuning telur melambangkan ihsan, yaitu ketulusan dan kepasrahan dalam beribadah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di FIKKIA UNAIR tahun ini menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman keislaman, dan membentuk karakter mahasiswa muslim yang berakhlak mulia. Di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman, meneladani akhlak Rasulullah menjadi pegangan utama agar generasi muda tetap berada di jalan yang lurus dan penuh berkah.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
