KABAR FIKKIA – Kegiatan Basic Training of Public Health (BToPH) kembali digelar oleh Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga pada Sabtu (26/09/2025). BToPH merupakan agenda kaderisasi mahasiswa baru jurusan Kesehatan Masyarakat yang bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai ilmu kesehatan masyarakat, melatih berpikir kritis terhadap masalah kesehatan di Indonesia, serta membentuk kepribadian mahasiswa yang peduli kesehatan, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Tahun ini, BToPH dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan. Pada kegiatan ketiga yang bertajuk Pengabdian Masyarakat (Pengmas), mahasiswa baru turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pedoman gizi seimbang. Sebanyak 91 mahasiswa baru dibagi ke beberapa kelas dan melaksanakan pengabdian di MIN Banyuwangi, Sobo. Peserta kegiatan adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 SD yang terlihat sangat antusias mengikuti jalannya acara.

Kegiatan diawali dengan penyambutan Tari Gandrung oleh siswa MIN Banyuwangi. Penampilan khas Banyuwangi tersebut berhasil menciptakan suasana hangat sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kedatangan mahasiswa baru FIKKIA.

Sampaikan 10 Pedoman Gizi Seimbang
Mahasiswa menjelaskan bahwa tidak ada satu pun jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh. Oleh karena itu, diperlukan konsumsi makanan yang beragam agar kebutuhan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak, serat) maupun zat gizi mikro (vitamin dan mineral) dapat terpenuhi dengan baik.
Selain itu, para siswa juga dikenalkan pada 10 pedoman gizi seimbang, antara lain menikmati beragam makanan dengan penuh rasa syukur, membiasakan sarapan pagi, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, minum cukup air putih, hingga menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir. Pesan-pesan sederhana ini diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Mahasiswa baru membuat media sosialisasi dengan kertas manila dan beberapa hiasan, diharapkan pesan bisa tersampaikan dengan baik kepada adik-adik SD. Kegiatan semakin meriah dengan adanya games interaktif yang membuat anak-anak lebih mudah memahami materi. Zahra, siswa kelas 4 MIN Banyuwangi, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.
“Mbak masnya asyik, materinya juga nggak bosenin. Jadi inget kalau mau sekolah harus sarapan. Terus ada games juga seru banget,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa SD, tetapi juga bagi mahasiswa baru yang sedang menjalani proses kaderisasi. Melalui pengalaman mengajar langsung, mereka belajar berinteraksi dengan masyarakat, melatih keterampilan komunikasi, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap isu kesehatan. Sementara itu, siswa SD sebagai peserta juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pola makan sehat yang bisa menjadi dasar gaya hidup mereka sejak dini
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being
Penulis: Aqila Fawziya Mustafa
Editor: Avicena C. Nisa
